UNTUK INDONESIA
Ngotot Tarawih, Pasien Covid-19 Dijemput Tim Medis
Salah satu pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, nekat melaksanakan tarawih dijemut medis.
Pasien positif Covid-19 asal NTB yang nekat salat tarawih akhirnya dijemput paksa petugas medis. (Foto: Instagram/instalombok_).

Mataram - Salah satu pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, nekat menunaikan ibadah salat tarawih di masjid lingkungan dekat rumahnya, sebelum akhirnya dijemput paksa oleh petugas tim medis.

Pasien yang diketahui berinisial S (57) itu merupakan salah satu peserta Ijtima Ulama Sedunia di Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Setelah mengikuti Ijtima Ulama Sedunia, S sempat menjalani tes swab pada Rabu, 16 April 2020, dengan hasil positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. 

5 hari sudah selesai, kenapa saya ditahan? Saya tidak mau kayak gini, kayak maling, tidak bisa begini. Saya punya hak.

Baca juga: Bule Rusia yang Ngamen di NTB, Dioper ke Bali

Namun, pria baya itu tak memberi tahu kepala lingkungan maupun pihak kelurahan perihal hasil tes swab yang telah dilakukan. Alhasil, tidak ada warga yang mengetahui kalau S harus menjalani isolasi mandiri karena sudah terinfeksi virus corona.

Karena merasa tubuhnya sehat-sehat saja, alias menjadi orang tanpa gejala, maka S tetap melaksanakan salat tarawih bersama banyak warga di Masjid Nurul Yakin, Cakrangera Barat.

Beberapa hari kemudian, tenaga medis datang menjemput paksa S karena tidak patuh saat menjalani isolasi mandiri.

Detik-detik penjemputan S terekam dalam video berdurasi 1 menit yang diunggah akun instagram @instalombok_ pada Rabu, 29 April 2020.

Baca juga: Sempat Kabur, Pasien Corona NTB Kembali Dikarantina

Dalam video tersebut, S sempat berdebat dengan para warga dan Satgas Covid-19, karena merasa dirinya diperlakukan layaknya pencuri.

"Ini sekarang tanggal berapa. Kenapa yang lain 3 hari, 5 hari sudah selesai, kenapa saya ditahan? Saya tidak mau kayak gini, kayak maling, tidak bisa begini. Saya punya hak," ujar S kepada warga sekitar.

Meski telah dinyatakan positif Covid-19, dia menegaskan tidak merasakan gejala apapun. "Ini tidak ada tanda-tanda orang sakit, Pak, tidak bisa kayak gini, ini dirusak nama Islam kalau begini," kata S.

Setelah melalui perdebatan alot dengan warga dan petugas medis, S akhirnya mengalah, dan bersedia mengikuti arahan Satgas Covid-19 untuk menjalani isolasi di RSUD Mataram.

Petugas medis juga segera melakukan contact tracing di lingkungan tempat S tinggal dan melaksanakan ibadah salat tarawih.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 NTB hingga Kamis, 30 April 2020, jumlah kasus positif virus corona di NTB tercatat sebanyak 230 kasus. Sebagaian besar pasien merupakan klaster dari Ijtima Ulama Gowa. []

Berita terkait
Mutasi Polri: M Iqbal Kapolda NTB, Argo Kadiv Humas
Irjen Pol Mohammad Iqbal mendapatkan promosi menjadi Kapolda NTB. Sedangkan Brigjen Argo menempati Kadiv Humas Polri.
Curah Hujan Rendah, NTB Siap Memasuki Musim Kemarau
Curah hujan di NTB pada dasarian III di bulan April 2020, umumnya dalam kategori rendah, itu bertanda NTB akan memasuki musim kemarau.
30 Orang Sembuh, 227 Pasien Positif Corona di NTB
Sebanyak 30 pasien positif Covid-19 di NTB dinyatakan sembuh. Sedangkan yang positif Covid-19 berjumlah 227 orang.
0
Ngotot Tarawih, Pasien Covid-19 Dijemput Tim Medis
Salah satu pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, nekat melaksanakan tarawih dijemut medis.