UNTUK INDONESIA
Nasib Pengunjung Rumah Makan Bu Fat Kota Semarang
Pengunjung Rumah Makan Bu Fat Semarang, dipersilakan datang ke puskesmas untuk di-swab. Menyusul tempat kuliner itu jadi klaster baru Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam mempersilakan pengunjung yang datang ke Rumah Makan Bu Fat dalam dua pekan terakhir mendatangi puskesmas untuk swab test. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Masyarakat Kota Semarang, khususnya pengunjung Rumah Makan Bu Fat, diminta tidak panik menyusul tempat kuliner tersebut jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Potensi penularan ke pengunjung dirasa minim ketimbang penyebaran di kalangan karyawan Bu Fat. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam menjawab pertanyaan wartawan atas nasib pengunjung rumah makan khas masakan mangut kepala manyung itu, Jumat, 11 September 2020. 

Menurut Hakam, risiko penularan Covid-19 ke pembeli dirasa kecil mengingat mereka tidak kontak langsung dengan pihak penjual. "(Datang) enggak mungkin, sama yang jualan, mbak piye kabare (bagaimana kabarnya). Datang ke situ makan ya makan," kata dia. 

Kalau dia mau menyodorkan diri ke puskesmas, pasti kami swab, tidak usah khawatir.

Selain itu, pembeli juga dirasa akan cuci tangan terlebih dulu saat datang maupun ketika hendak makan. Belum lagi, jaga jarak di antara pembeli. Kebiasan-kebiasaan ini sebenarnya sudah mengantisipasi sejak dini penularan covid ke kalangan pengunjung rumah makan. 

Meski begitu, Hakam menyatakan jika ada pengunjung yang khawatir tertular dipersilakan untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Pengunjung tersebut merupakan pembeli yang datang ke rumah makan dalam waktu sekitar dua pekan terakhir. 

"Kalau dia mau menyodorkan diri ke puskesmas, pasti kami swab, tidak usah khawatir. Hal itu juga untuk memudahkan kami lakukan pelacakan," ujar dia. 

Hakam menambahkan pihaknya juga sudah melakukan antisipasi penyebaran dengan melakukan tracing terhadap seluruh karyawan Bu Fat, termasuk ke keluarganya. Penutupan sementara untuk sterilisasi juga sudah dilakukan. 

"Yang hasilnya positif juga sudah kami karantina. Ada juga yang sudah negatif atau sembuh," ujar dia. 

Baca juga: 

Diketahui, Rumah Makan Bu Fat di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat menjadi klaster baru corona. Bermula dari seorang karyawan yang dirawat di rumah sakit kemudian hasil swab menunjukkan positif covid. 

Petugas puskemas kemudian melakukan tracing terhadap sekitar 25 kontak erat karyawan tersebut. Lima di antaranya terkonfimasi positif. 

Sementara itu data Covid-19 Kota Semarang hingga Jumat ini, total ada 6.909 kasus positif. Sebanyak 4.548 pasien dinyatakan sembuh, 406 masih dirawat dan 514 meninggal dunia. []  

Berita terkait
Rumah Makan Bu Fat, Klaster Baru C-19 Kota Semarang
Klaster baru Covid-19 ditemukan Kota Semarang. Yakni Rumah Makan Bu Fat yang terkenal dengan masakan mangut kepala manyung.
Penyebab Beda Data C-19 Pusat dan Kota Semarang
Terjawab sudah penyebab perbedaan data Covid-19 antara pusat dengan Kota Semarang. Pusat diminta melakukan pendataan secara terstruktur.
Ganjar Minta Semarang Klarifikasi Data C-19 ke Pusat
Data Covid-19 pusat dengan Kota Semarang beda jauh. Gubernur Ganjar Pranowo minta Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi klarifikasi ke pusat.
0
Dapat Stimulus Pemerintah, Garuda Akan Turunkan Harga Tiket
Garuda Indonesia akan menyesuaikan harga tiket pesawat seiring kebijakan stimulus subsidi penerbangan tarif Jasa Penumpang Pesawat Udara.