Nadiem Makarim Ingin Program MBKM di Manfaatkan Mahasiswa

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim berkeinginan program MBKM dapat dimanfaatkan kampus dan mahasiswa sebaik mungkin.
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim. (Foto: Tagar/GridOto)

Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim berkeinginan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dibuatnya dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Mantan bos GoJek itu menyebut program MBKM secara umum memberikan hak belajar bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan selama tiga semester di luar program studi, serta hak belajar di luar kampus selama dua semester.

Menurutnya, mahasiswa akan memiliki keterampilan baru dan kemandirian dalam berpikir dan bertindak. Untuk itu, ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan program MBKM dengan magang di perusahaan atau Non-Governmental Oragnization (NGO), pertukaran pelajar, mengajar di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

"Program MBKM menggarisbawahi kemerdekaan peserta didik untuk mengaktualisasi diri secara maksimal sesuai minatnya," kata Nadiem, saat memberikan sambutan dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Universitas Indonesia, Rabu, 2 Mei 2021.


Kita tidak ingin institusi pendidikan tinggi hanya menjadi seperti pabrik gelar-gelar akademis.


Ia juga mengakui saat ini serapan tenaga kerja dari lulusan perguruan tinggi (PT) di Indonesia masih rendah. Sementara, kata dia, tantangan mulai dari distribusi teknologi, otomatisasi dunia kerja, hingga beragam jenis pekerjaan baru mulai bermunculan di tanah air.

"Kita harus mengakui bahwa tingkat serapan lulusan PT di dunia kerja memang masih rendah. Sampai Februari 2021, komposisi tenaga kerja hasil lulusan dari PT hanya 10,18 persen," ucapnya.

Nadiem pun memahami banyak muncul kekhawatiran dari orang tua dan mahasiswa itu sendiri perihal pekerjaan selepas lulus dari universitas. Untuk itu, ia mengklaim program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dibesutnya itu mampu membantu menangani masalah itu.

Terkait program MBKM, Nadiem sebelumnya juga telah menawarkan bantuan dana hingga ratusan miliar Rupiah untuk perguruan tinggi vokasi yang ingin membangun start up atau perusahaan rintisan bersama industri.

Dana padanan kampus vokasi atau matching fund vokasi termasuk dalam program Kampus Merdeka Vokasi yang Nadiem luncurkan pada Selasa, 25 Mei 2021.

Dalam acara yang sama, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta perguruan tinggi tidak hanya berada di menara gading. Ia ingin setiap kampus memperhatikan dan berkontribusi untuk masyarakat sekitar di lingkungan asal masing-masing melalui inovasi.

"Kita tidak ingin institusi pendidikan tinggi hanya menjadi seperti pabrik gelar-gelar akademis," kata dia, dalam sambutannya, Rabu, 2 Juni 2021.

Puan lantas meminta setiap mahasiswa dan pengajar untuk kembali meneladani arti yang dimaksud dari Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

"Institusi PT tidak bisa hidup hanya di dalam batasan dinding-dinding kampung, atau di dalam menara gading. Melainkan harus hidup di tengah masyarakat," ucapnya. []

Berita terkait
Nadiem Makarim Kucurkan Dana Rp 12 Juta Per Semester Lewat KIP Kuliah
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, mengucurkan dana bantuan pendidikan senilai Rp 12 Juta per semester melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Nadiem Makarim: PPPK Selesaikan Masalah Kekurangan Guru
Nadiem sosialisasi penerimaan satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi guru honorer segala usia di Papua.
Nadiem Makarim Beri Pesan Khusus untuk Siswa SMK di Papua
Nadiem Makarim berharap siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Papua berpikir kewirausahaan guna meningkatkan SDM yang unggul.
0
Nadiem Makarim Ingin Program MBKM di Manfaatkan Mahasiswa
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim berkeinginan program MBKM dapat dimanfaatkan kampus dan mahasiswa sebaik mungkin.