UNTUK INDONESIA
MKKG Wajib untuk Gedung 5 Lantai di Yogyakarta
Gedung yang wajib memiliki MKKG adalah gedung dengan ketinggian lima lantai, atau memiliki luas minimal 5 ribu meter, atau kapasitasnya 500 orang.
Ilustrasi gedung di Yogyakarta. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Yogyakarta- Gedung besar di Kota Yogyakarta wajib memiliki manajemen kebakaran. Hal itu diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, diperkuat dengan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 67 Tahun 2020.

Nur Hidayat, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, menjelaskan, manajemen kebakaran yang dimaksud berupa Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).

Gedung yang wajib memiliki MKKG adalah gedung dengan ketinggian lima lantai, atau memiliki luas minimal 5 ribu meter, atau kapasitasnya 500 orang.

Dalam MKKG tersebut harus ada penanggung jawab serta memiliki beberapa regu, di antaranya regu pemadam, pemandu evakuasi, komunikasi, pertolongan pertama, pengamanan barang berharga atau dokumen hingga regu keamanan dan teknisi.

"Ketugasan tim bisa melekat pada petugas keamanan setempat," kata Nur Hidayat di Balai Kota Yogyakarta, Selasa, 1 September 2020.

Struktur manajemen kebakaran yang telah terbentuk selanjutnya didaftarkan pada Dinas Pemadam Kebakaran untuk penerbitan legalitas atau rekomendasi yang berlaku selama lima tahun. Rekomendasi itu wajib ada saat mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB).

Rekomendasi itu sifatnya desain instalasi penanggulangan kebakaran yang harus dipenuhi. Ketika bangunannya sudah berdiri, tentunya ada yang bertanggung jawab untuk keterfungsian instalasi tersebut.

"Kami masih melakukan sosialisasi terkait Perwal 67/2020 itu. Setelah ini MKKG bisa didaftarkan ke kami. Tapi sudah ada beberapa gedung yang memiliki manajemen tersebut.”

Nur Hidayat menambahkan, instalasi penanggulangan kebakaran bagi gedung bertingkat jauh lebih kompleks jika dibandingkan gedung kecil.

Untuk bangunan skala kecil atau sedang, kata dia, fasilitas penanggulangan kebakaran cukup berupa alat pemadam api ringan atau APAR. Sedangkan gedung besar harus terdapat jaringan yang menyasar tiap ruang. Meski demikian, hingga saat ini di Kota Yogyakarta jarang terjadi kebakaran yang melibatkan gedung besar.

"Antisipasi harus tetap dilakukan agar itu jangan terjadi. Tetapi ketika terjadi bencana tersebut maka penanggulangannya akan lebih cepat jika sudah memiliki MKKG. Makanya aturan baru ini masih akan terus kami sosialisasikan agar ada pihak yang bertanggung jawab atas keterfungsian instalasi penanggulangan kebakaran di gedungnya," kata dia. []

Berita terkait
Protes Parkir 10 Menit Rp 10 Ribu di Yogyakarta
Juru parkir mematok tarif tinggi kembali terjadi di Yogyakarta. Kali ini terjadi di ring atau kawasan 1, tepatnya di sekitar Taman Pintar.
Fashion on The Street di Keramaian Kota Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta menggelar Fashion on The Street untuk membangkitkan sektor pariwisata yang sedang terpuruk akibat pandemi.
Di Balik Penangkapan Geng Preman Santang Yogyakarta
Menjadi buronan 6 bulan, satu anggota geng preman Santang akhirnya ditangkap Polres Kulon Progo. Semua pelaku penyerangan brutal sudah tertangkap.
0
YLBHI Minta Polri Sebaiknya Tiadakan SKCK
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebaiknya meniadakan SKCK.