Oleh: Denny Siregar*

Tiba-tiba saja beredar wajah "terduga" Ratna Sarumpaet berseliweran di media sosial.

Wajah itu tampak bengap seperti habis mengalami kekerasan fisik. Matanya lebam, pipi bengkak, hidung membesar dan bibir nyonyor. Gak enak dipandanglah singkatnya.

Dan ternyata benar. Tidak lama kemudian beredar berita bahwa Ratna memang dikeroyok orang. Dahnil Anzar juru bicara pemenangan Prabowo Sandi mengatakan Ratna sudah berbicara padanya bahwa ia diculik dan dimasukkan ke dalam mobil, kemudian digebuki sampai hancur lebur. Peristiwanya di bandara Bandung.

Langsung tanggapan-tanggapan keluar dari sekutunya seperti Fadli Zon, Ferdinan Hutahaean sampai Rachel Maryam mengutuk kejadian itu.

Pertanyaannya, "Siapa yang tega mengeroyok nenek-nenek seperti Ratna Sarumpaet?"

Sayangnya, ada yang aneh dalam kejadian itu.

Rachel Maryam berkata bahwa peristiwa pemukulan itu terjadi pada tanggal 21 September, sedangkan wajah lebam itu baru muncul tanggal 2 Oktober. Jeda waktu peristiwa itu begitu lama, kok Ratna tidak pernah melapor ke polisi ya? Anehnya lagi pada tanggal 21-22 September, Ratna malah sempat ngetweet di akun Twitternya.

Ini membuat Detektif Conan pun pusing, bagaimana bisa orang lagi digebuki separah itu masih bisa ngetweet dengan tenang? Bukannya harusnya pingsan, kan sudah nenek-nenek tenaganya jelas gak ada.

Dan anehnya lagi, tidak ada sedikit pun pemberitahuan keluarganya pada tanggal itu. Kenapa tidak ada rasa cemas dari anak tersayangnya, Atiqah Hasiholan, jika ibunya digebuki sampe ancur?

Bahkan Atiqah sejak tanggal 21 September, postingan di Instagramnya berisi keceriaan liburan keluarga seperti tidak terjadi apa-apa. Harusnya si anak panik dong. Masak ibunya digebukin malah ceria? Aneh....

Polisi pun bingung dengan kabar itu. Mereka coba mengecek rumah-rumah sakit di Bandung, ternyata tidak pernah ada nama Ratna Sarumpaet di dalamnya. Apakah Ratna sebenarnya Wonder Woman yang digebukin begitu rupa tapi tetap tegar berdiri dan lawan-lawannya yang jatuh terluka?

Entahlah. Kejadian ini sangat aneh. Mungkin butuh Hercule Poirot bahkan Jhonny English untuk turun memecahkan misteri teraneh sesudah kemunculan monster Lochness yang melegenda itu.

Bahkan Humas Bandara Husein Sastranegara tidak menemukan adanya kasus pengeroyokan pada tanggal 21 September di bandaranya. "Gak ada itu...." Katanya mungkin sambil garuk-garuk kepala saking bingungnya.

Seandainya Ratna Sarumpaet tidak menjelaskan kepada publik siapa yang mengeroyoknya, mungkin kasus ini bisa menjadi kasus teraneh dengan tingkat keanehan selevel hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 itu. Semua boleh menduga, cuma Ratna Sarumpaet dan Tuhan yang tahu kenapa wajahnya lebam begitu.

Ah, sudahlah. Kita tunggu saja perkembangan beritanya. Mudah-mudahan Sobri Lubis Ketua FPI juga tidak mengaitkan misteri anjloknya wajah Ratna Sarumpaet dengan proses tersangkanya Sugik Nur, seperti yang dia katakan waktu gempa Palu.

Makin pusing aja. Lebih baik ngopi dulu sambil nonton drama Turki yang serinya gada habisnya karena selalu dizolimi.

Seruputt....

*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi