UNTUK INDONESIA
Mesum Pasutri Tasikmalaya, Tarifnya Uang Jajan Bocah
Kepolisian Tasikmalaya tetapkan pasutri tersangka asusila karena beradegan mesum didepan anak-anak, dan dibayar uang jajan.
Simbol pria dan wanita. (Foto: Pixabay/Tumisu)

Jakarta - Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya telah menetapkan sepasang suami istri (pasutri) sebagai tersangka kasus asusila. Mereka dilaporkan ke pihak berwajib karena mempertontonkan adegan mesum kepada anak-anak, dan dibayar sebesar uang jajan mereka.

Bukan main, belum selesai kasus video asusila di Banyuwangi dan Bulukamba, kini terjadi lagi kasus yang hampir serupa di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bahkan kali ini lebih memprihatinkan karena secara tidak langsung mengajari anak-anak untuk berbuat tidak senonoh.  

Sudah menetapkan sebagai tersangka kemarin (Selasa) dan menahan keduanya.

Kini pasutri berinisial ES dan LA itu telah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat pemeriksaan ternyata terungkap beberapa fakta yang membuat masyarakat mengelus dada.

"Sudah menetapkan sebagai tersangka kemarin (Selasa) dan menahan keduanya," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro kepada wartawan, Rabu, 19 Juni 2019.

Mulanya, pasutri ES dan LA tidak mengakui perbuatannya. Namun keterangan dari pihak korban berbeda.

ES dan LA mempertontonkan adegan ranjang keduanya kepada sejumlah anak dengan syarat harus membayar sebesar uang jajan mereka yang berkisar antara Rp 5 ribu sampai Rp10 ribu per orang. Dengan uang sebesar itu, anak-anak juga diijinkan untuk merekam dengan telepon genggam yang mereka bawa.

Bahkan yang parah lagi, anak pasutri itu juga ikut menonton perbuatan tidak senonoh orang tua mereka. Namun, hal tersebut dibantah oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

Dari pemeriksaan diketahui kalau motif keduanya adalah ekonomi. ES dan LA bekerja sebagai buruh tani dan menyewa sebuah tempat yang tidak layak.

Saat masyarakat mengetahui kabar tidak sedap itu, mereka langsung meninggalkan pergi dari lingkungan itu. Mereka sudah tahu kalau polisi akan menangkapnya.

Keduanya diketahui tak ada di rumah saat pihak KPAID datang untuk mengecek. ES dan LA membawa anak mereka bersembunyi di kebun selama seminggu.

Karena dihantui perasaan bersalah, ES dan LA menyerahkan diri setelah polisi menanyakan pihak keluarga tentang aksi mereka.

Tarif Uang Jajan Anak-Anak

Tarif yang dipatok oleh pasutri itu untuk menonton adegan dewasa mereka berkisar antara Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Seakan-akan mereka tahu uang jajan anak-anak sebesar itu.

Bahkan jika anak-anak tersebut tidak punya uang, ES dan LA mau menerima bayaran berupa rokok dan mie instan. []


Berita terkait
0
Dua Mahasiswa Pembunuh di Kampus UMI Resmi Dipecat
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi memecat dua mahasiswanya yang terlibat dalam tewasnya salah satu mahasiswa kampus tersebut.