Membentengi Daratan dengan Tanggul Raksasa di Seluruh Dunia

Jakarta berambisi membangun tembok raksasa untuk melindungi wilayah utara dari abrasi dari banjir air laut yang melanda secara rutin
Giant Sea Wall Jakarta (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Jakarta berambisi membangun tembok raksasa untuk melindungi wilayah utara dari abrasi dari banjir air laut yang melanda secara rutin. Hal serupa pernah dibuat di Belanda, Jepang dan kini juga Venesia.

Giant Sea Wall JakartaGiant Sea Wall Jakarta (Foto: dw.com/id)

Giant Sea Wall Jakarta - Digagas pada pemerintahan bekas Gubernur DKI, Fauzi Bowo, proyek tanggul raksasa di pantai Jakarta ini akan membentang sepanjang 32 kilometer dari Tangerang hingga Tanjung Priok. Tembok beton itu terdiri atas 17 pulau buatan yang membentuk lambang negara, Garuda. Giant Sea Wall Jakarta menelan biaya 600 Trilyun Rupiah dan akan rampung tahun 2030 mendatang.

Ancaman dari UtaraAncaman dari Utara (Foto: dw.com/id)

Ancaman dari Utara - Beberapa faktor mendorong pemerintah membangun tanggul raksasa di teluk Jakarta. Selain gelombang tsunami, tembok beton itu juga dibuat untuk mencegah abrasi pantai dan banjir rob yang rutin melanda. Saat ini permukaan tanah di beberapa wilayah di utara Jakarta terus menurun. Proyek Giant Sea Wall mendulang kritik karena dampak lingkungan yang tidak tuntas dikaji.

Banjir MelandaBanjir Melanda (Foto: dw.com/id)

Banjir Melanda - Selain Giant Sea Wall, pemerintah Kota Jakarta juga menggalakkan penanaman pohon bakau di bibir pantai untuk menghadang abrasi dan banjir rob. Namun tidak jelas seberapa ampuh proyek tersebut mampu mengurangi risiko banjir di Jakarta. Terlebih, kritikus menilai, biaya pembangunan sebesar 600 trilyun Rupiah lebih baik digunakan untuk melindungi wilayah lain yang lebih terancam oleh bencana.

Berkiblat ke Negeri di Bawah LautBerkiblat ke Negeri di Bawah Laut (Foto: dw.com/id)

Berkiblat ke Negeri di Bawah Laut - Belanda adalah ahlinya mengendalikan laut. Negeri kecil di jantung Eropa ini membangun tanggul raksasa di wilayah pesisir untuk melindungi provinsi Zeeland dari terjangan air. Oleh American Society of Civil Engineers, tembok bernama Deltawerke ini mendapat gelar keajaiban dunia di abad modern.

Gerbang Bergerak buat VenesiaGerbang Bergerak buat Venesia (Foto: dw.com/id)

Gerbang Bergerak buat Venesia - Proyek MOSE mengusung solusi yang sedikit berbeda untuk melindungi Venesia dari terjangan air. Kota yang dipenuhi bangunan bersejarah di timur laut Italia ini membangun gerbang bergerak yang bisa ditidurkan ketika air surut. Secara keseluruhan proyek MOSE membangun 78 gerbang air yang sanggup menahan kenaikan permukaan air sebanyak 60 sentimeter.

Tembok JepangTembok Jepang (Foto: dw.com/id)

Tembok Jepang - Jepang adalah negara yang tergolong kenyang dilanda bencana. Tsunami bukan hal asing bagi penduduk negeri sakura itu. Terlebih badai mengintai setiap saat. Sebab itu pemerintah Jepang membetoni 43 persen dari garis pantainya yang sepanjang 29.751 kilometer.

Beton Pelindung LondonBeton Pelindung London (Foto: dw.com/id)

Beton Pelindung London - Lain ceritanya di ibukota Inggris, London. Kota yang dibelah oleh sungai Thames ini berulangkali dilanda banjir akibat permukaan sungai yang meluap. Sebab itu pemerintah membangun tanggul raksasa yang bernama Thames Barrier. Tanggul sepanjang 560 meter ini cuma membutuhkan waktu 15 menit untuk menutup gerbang air dalam situasi darurat (rzn/vlz)/dw.com/id. []

19 Wilayah di Indonesia Ada Potensi Gelombang Tinggi dan Banjir

Penyebab Banjir, Jenis dan Cara Pencegahan

Pakde Karwo Atasi Banjir Dengan Mengalirkan Air ke Laut

Program Penanggulangan Banjir Jakarta Bak Menggantang Asap

Berita terkait
Bagaimana Belanda Lindungi Diri Terhadap Banjir
Di Belanda, perlindungan terhadap banjir sangat diutamakan, ole sebab itu, warga kerap harus membayar mahal
0
Membentengi Daratan dengan Tanggul Raksasa di Seluruh Dunia
Jakarta berambisi membangun tembok raksasa untuk melindungi wilayah utara dari abrasi dari banjir air laut yang melanda secara rutin