UNTUK INDONESIA
Mayoritas Buku di Shopping Center Yogyakarta Bajakan
Sekitar 90 persen buku yang dijual di Shopping Center Yogyakarta adalah bajakan. Mereka berjanji tidak menjual buku bajakan lagi kepada pembeli.
Penyerahan secara simbolis buku bajakan dari toko buku Shopping center kepada perwakilan penerbit pada Rabu, 27 November 2019. (Foto : Tagar/Evi Nur Afiah).

Yogyakarta - Mayoritas buku yang dijual di kompleks Shopping Center Yogyakarta bajakan. Penerbit buku menggandeng Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memerangi pembajakan buku itu. Petugas menyisir keberadaan buku-buku bajakan di toko buku yang berada di Kompleks Taman Budaya Yogyakarta ini pada Rabu, 27 November 2019.

Perang terhadap pembajakan ini dilakukan setelah 13 penerbit melaporkan adanya perkara pembajakan buku pada Agustus 2019 yang bersamaan dengan acara Mocosik Festival di Jogja Expo Center (JEC). 

Usaha konsorsium para penerbit yang menyatakan sikap tidak sia-sia. Toko buku Shopping Center Yogyakarta dengan suka rela menyerahkan dagangan buku-buku bajakan kepada pihak polisi.

Hino OS selaku juru bicara penerbit buku mengatakan, para penerbit buku menyatakan sikap memerangi buku bajakan pada Agustus 2019 lalu. "Sepengetahuan kami memang di Shopping Center 90 persen jual buku bajakan sejak Oktober 2018," katanya kepada wartawan, Rabu, 27 November 2019.

Shoppng Center pun menyerahkan secara simbolis sejumlah buku bajakan yang diperjualbelikan. Buku bajakan itu nantinya dikumpulkan lalu diserahkan kepada Polda DIY agar segera diperoses. "Jadi nanti akan ada proses pengumpulan buku-buku bajakan yang lebih banyak lagi. Karena ini hanya simbolis saja," ucap Hino.

Menurut Hino, setelah melakukan perang buku bajakan, beberapa permintaan buku kepada penerbit naik. Alasannya Shopping Center sudah tidak menyediakan buku yang asli. Shopping Center juga berjanji untuk tidak lagi menjual buku bajakan kepada pembeli.

Nanti akan ada proses pengumpulan buku-buku bajakan yang lebih banyak lagi.

Polda DIY secara hukum akan melakukan tindakan sesuai aturan yang ada. Namun sebelum ada tindakan dari Polda DIY, Shopping Center sudah melakukan permintaan maaf secara langsung kepada penerbit buku.

Untung, salah satu pedagang di Shopping Center Untung mengaku menyesal melakukan pembajakan buku. Dia meminta maaf kepada para penerbit yang telah dirugikan. 

"Kami punya semangat bersama. Kami sudah bertemu dengan rekan-rekan penerbit dan sepakat untuk tidak lagi menjual buku bajakan. Buku (bajakan) yang masih ada kami serahkan," kata Untung.

Dia mengatakan buku-buku bajakan itu sebagian besar hasil inisiatif dari pedagangnya. Kondisi itu juga didukung karena mengikuti permintaan pasar. Diantaranya juga adanya pembeli yang meminta harga jual yang jauh lebih murah dari pada buku aslinya.

Harga buku bajakan di Shopping Center dijual sekitar 30 persen lebih murah dari harga aslinya. Tak heran jika diburu oleh para pembaca. Namun pembajakan buku bukan hal yang baik karena dapat merugikan para penerbit yang berdampak pada pendapatan dan royalti dari proses industri perbukuan. []

Baca Juga:

Berita terkait
Anang Hermansyah: Seniman Suarakan Hak Cipta dan Musik
Anang Hermansyah berharap persoalan hak cipta dan musik terus disuarakan oleh anggota DPR periode 2019-2024.
Pelaku Usaha Harus Sadar Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual
Pelaku usaha harus sadar pentingnya Hak Kekayaan Intelektual. “HKI adalah salah satu cara untuk menunjang kemajuan bisnis masyarakat,” kata Seprizal.
Pembajak Akun Twitter Babe Haikal, Kubu Prabowo atau Jokowi?
Timbul pertanyaan siapa yang menjadi pembajak akun Twitter milik Haikal Hassan? Bisa saja kubu Prabowo atau Jokowi.
0
IPB Jelaskan Gejala Hewan Terinfeksi Virus Corona
Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan Institut Pertanian Bogor (IPB) Deni Noviana menjelaskan gejala hewan yang terinfeksi virus corona (Covid-19).