Muara - Para pedagang buah mangga memanfaatkan keramaian perayaan HUT Bhayangkara ke-73 di kompleks wisata Huta Ginjang, Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu 10 Juli 2019.

Mereka para inang-inang atau emak-emak pedagang buah mangga dari Desa Sibandang, Muara. Mangga dengan rasa manis mereka tawarkan kepada para tamu dan undangan yang datang ke lokasi acara.

Sekitar 5.000 orang pengunjung hadir dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-73 yang digelar Polres Tapanuli Utara. Di pintu masuk mereka disambut pedagang mangga.

Salah seorang pedagang, Rosmawati Sianturi bermodalkan lima keranjang mangga menjajakan tiga ukuran mangga dengan variasi harga berbeda kepada para pengunjung.

Buah kebanggaan warga Muara itu pun laris manis, meski harga paling murah Rp 15 ribu per kilo. Hanya saja, kata Rosmawati, produksi buah mangga tahun ini mengalami penurunan.

"Harga dari 15 ribu rupiah sudah hampir ludes. Sayang produksi tahun ini mengalami penurunan di Pulau Sibandang," katanya.

Bisa jadi karena faktor umur tanaman yang semakin tua. Kemudian kurangnya perawatan dan pemupukan

Meski terjadi penurunan produksi, dia mengakui pemerintah setempat telah berupaya maksimal dengan membantu para petani agar produksi tidak sampai turun drastis.

"Obat-obatan dari dinas pertanian kami semprotkan mengatasi hama yang mempengaruhi pembuahan mangga," terangnya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Tapanuli Utara Sahat Maruli Silalahi mengatakan, penyebab turunnya produksi buah bisa jadi pengaruh usia pohon mangga dan pola perawatan.

Menurutnya pohon mangga di kawasan Muara sudah banyak berusia ratusan tahun. Sehingga dibutuhkan pola perawatan secara khusus dari petani.

"Bisa jadi karena faktor umur tanaman yang semakin tua. Kemudian kurangnya perawatan dan pemupukan. Akan tetapi akan kita cek ke lapangan sekaligus melihat kondisi buah dan tanaman," kata Sahat. []

Baca juga: