Makassar, (Tagar 4/6/2018) - Prof Mahfud MD mengatakan bahwa apabila seseorang hanya berzikir tanpa berpikir, ia tidak mampu memajukan masyarakat ataupun dirinya sendiri. Orang yang hanya mau berzikir tanpa berpikir juga akan mudah ditipu orang.

Hal itu ia sampaikan saat berbuka bersama 1.000 anak yatim piatu pada peringatan Nuzulul Quran 19 Ramadan dilaksanakan civitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) di auditorium Al Jibra Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (4/6).

Mahfud membawakan hikmah Nuzulul Quran, mengatakan pentingnya takwa dimiliki oleh setiap orang. Ia mengajak meneladani Nabi Muhammad SAW terkait pentingnya menyelaraskan zikir dan pikir secara seimbang.

Sebab kalau hanya berpikir tanpa disertai zikir maka akan menyebabkan tindakan tidak terpuji termasuk di antaranya melakukan praktik korupsi.

Begitupun dengan jika hanya berzikir tanpa berpikir maka akan mengalami sebuah kemunduran dalam kehidupan duniawi.

"Karena jika hanya berzikir tanpa berpikir, maka yang bersangkutan tidak mampu memajukan masyarakat ataupun dirinya sendiri. Orang yang hanya mau berzikir dan tidak berpikir juga akan mudah ditipu orang," jelasnya di Makassar, Senin (4/6).

Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar mengatakan kedatangan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD di UMI bukan sesuatu yang baru.

"Prof Mahfud MD sebelumnya telah hadir pada kuliah umum di pascasarjana UMI. Mudah-mudahan kedepan bisa lebih sering lagi ke UMI untuk meningkatkan prospek kampus kedepan," harapnya.

Kegiatan peringatan Nuzulul Quran sendiri merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan UMI Makassar pada setiap bulan suci Ramadan. Kegiatan itu sekaligus dirangkaikan kegiatan berbagi dengan anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. (ant/af)