Lombok Kecipratan Kunjungan Wisatawan Berkat Program WFB

Skema pariwisata WFB dinilai berdampak positif bagi industri pariwisata bukan hanya di Bali wilayah seperti Lombok akan kecipratan wisatawan.
Ilustrasi - Pariwisata Lombok. (Foto: Tagar/iStock)

Jakarta – Skema pariwisata work from Bali (WFB) dinilai akan berdampak positif bagi industri pariwisata. Bukan hanya Pulau Dewata, wilayah yang berada di sekitarnya seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga akan kecipratan kunjungan wisatawan.

Program WFB diperuntukan bagi PNS di bawah komando Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan akan dimulai pada Juli mendatang secara bertahap. Rencananya, 25 persen PNS di setiap Kementerian di bawah naungan Luhut akan dikirim untuk bekerja dari Bali.

Merespons hal ini, Dosen Politeknik Pariwisata Lombok, Komang Mahawira, yang juga auditor Clean, Healthy Safety and Environment (CHSE) mengatakan, program tersebut bakal membantu membuat wisatawan berdatangan ke Lombok sehingga pariwisata kembali pulih.


WFB mungkin akan mencapai puncaknya bulan Juli karena sekarang masih ada pembatasan.

 

Pada awal Juni, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan ada kemungkinan program tersebut juga diterapkan di tujuan wisata lain seperti Lombok.

"Program pemerintah membantu, termasuk Kerja dari Bali, Menparekraf juga menggalakkan itu, bahkan selain Bali, itu sangat membantu wisatawan akan datang, kegiatan akan semakin banyak, dan secara tidak langsung mempromosikan bahwa Lombok aman, buktinya pemerintah bisa kerja di sana," kata Komang, Sabtu, 19 Juni 2021.

Menurutnya sudah terlihat ada kebangkitan pariwisata di Lombok di mana banyak orang menghabiskan waktu untuk staycation, tapi porsi yang lebih besar dalam menghuni hotel-hotel di sana adalah pemerintah yang mengadakan pertemuan atau rapat.

Dalam kesempatan yang sama, Area Manager East Indonesia Tiket.com, Rajasa Hadisoemarto menyebut bahwa saat ini program WFB belum betul-betul terasa secara merata lantaran baru dimulai. Dia memprediksi program WFB bakal bisa bisa dirasakan efeknya bulan depan.

"WFB mungkin akan mencapai puncaknya bulan Juli karena sekarang masih ada pembatasan," kata Rajasa.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, Putu Astawa, yakin program ini bisa menggenjot okupansi hotel hingga 20 persen. Saat ini, tingkat okupansi hotel di Bali masih di bawah 20 persen. Padahal jumlah kamar hotel di Pulau Dewata mencapai 186 ribu kamar. []

Berita terkait
Pendapat Pengamat Pariwisata Soal Perluasan Program Work From Bali
Berikut komentar Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi soal kemungkinan perluasan kebijakan program Work From Bali.
Sandiaga Uno: Tak Hanya Work From Bali, Bisa Juga Ada Work From Lombok
Berikut jawaban lengkap Menparekraf atas pertanyaan, apakah kebijakan Work From Bali bisa diterapkan di daerah destinasi prioritas wisata lainnya.
Pendapat Pengamat Pariwisata Soal Kebijakan Work From Bali
Menurut Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi, Work From Bali memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
0
Lombok Kecipratan Kunjungan Wisatawan Berkat Program WFB
Skema pariwisata WFB dinilai berdampak positif bagi industri pariwisata bukan hanya di Bali wilayah seperti Lombok akan kecipratan wisatawan.