UNTUK INDONESIA
Logistik Mahasiswa Indonesia di Kota Asal Corona?
Perkembangan logistik pemerintah kepada mahasiswa Indonesia yang berada di kota asal muasal wabah virus corona di China, Wuhan.
Virus Corona. (Foto: tass.com/EPA-EFE/Yuan Zheng)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pemerintah terus bergerak melakukan koordinasi dengan sejumlah otoritas China untuk melancarnya pasokan logistik kepada mahasiswa Indonesia yang berada di kota asal muasal wabah virus corona di China, Wuhan.

Nadiem juga mengimbau kepada mahasiswa Indonesia tenang dan menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

"Jangan khawatir, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyalurkan logistik sampai situasi kembali normal," ujar kata Nadiem di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

WuhanJala di kota Wuhan terlihat sepi, setelah pemerintah Wuhan mengumumkan untuk melarang kendaraan yang tidak penting beropersi di pusat kota pada hari kedua Tahun Baru Imlek. 26 Januari 2020. (Foto: cnsphoto via Reuters)

Dikatakan Nadiem, pemerintah berkomitmen memastikan semua warga negara Indonesia (WNI) dalam keadaan tenang dan aman sampai situasi normal. Serta memberikan dukungan terhadap WNI di Wuhan dalam rangka melakukan antisipasi keterbatasan bahan pokok dan logistik.

Jadi masing-masing kampus kita bisa kontak dan update dua kali sehari, pagi dan malam hari.

Berdasar laporan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Beijing, Yaya Sutarya, pihak KBRI terus melakukan koordinasi melalui grup jejaring sosial gabungan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT). Juga dengan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (Dit. PWNI dan BHI) untuk memonitor perkembangan langsung dari lapangan serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.

"Jadi masing-masing kampus kita bisa kontak dan update dua kali sehari, pagi dan malam hari," kata Atdikbud Yaya, Selasa, 28 Januari 2020.

Yaya mengatakan saat ini persediaan logistik masih mencukupi untuk sepekan ke depan. Per 28 Januari 2020, KBRI telah menyalurkan bahan logistik ke WNI yang berada di Wuhan. Logistik yang telah disiapkan di antaranya makanan, obat, masker, dan alat kebersihan.

Disebutkannya, pemerintah China membuka diri dan menghargai semua permintaan informasi termasuk langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pemulangan warga negara asing. Semua permintaan akan dilayani sesuai aturan dan regulasi kesehatan nasional dan internasional.

"Sesuai aturan kesehatan Tiongkok dan internasional, salah satu tahap untuk keluar dari wilayah isolasi adalah karantina 14 hari sebelum berangkat dan 14 hari setelah tiba di tempat baru," ujar Yaya. []

Berita terkait
Alasan Mahasiswi Aceh Lanjut Study ke Kota Wuhan
Mahasiswa asal Aceh menerangkan alasan mengambil kuliah di Kota Wuhan, dan ia juga tak menyangka akan ada tragedi seperti sekarang ini.
Kekhawatiran Mahasiswa Aceh di Wuhan Karena Corona
Mahasiswa Aceh di Wuhan Cina sangat khawatir akibat merambahnya Virus Corona di wilayah tersebut.
Arahan Nadiem untuk Mahasiswa Indonesia di China
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memberi arahan kepada mahasiswa Indonesia di Wuhan, China soal virus corona.
0
Tidak Bayar Pajak Cukai Rokok, Warga Malang Dibui
Warga Malang berinisial LF divonis 1 tahun 6 bulan penjara karena telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 3,2 miliar.