UNTUK INDONESIA
Liga Setop, Kitman Persiraja Buka Kursus Mengemudi
Berhentinya Shopee Liga 1 2020 akibat Covid-19 membuat kitman Persiraja Banda Aceh, Mahmudi, memutar otak. Dia pun membuka kursus mengemudi.
Kitman Persiraja Banda Aceh Mahmudi banting setir memberi kursus mengemudi di depan Stadion H Dimurthala, Lampineung, Kota Banda Aceh, Aceh, selama kompetisi Liga 1 2020 dihentikan. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Penghentian kompetisi Shopee Liga 1 2020 akibat Covid-19 tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga pemain, pelatih dan ofisial tim, termasuk kitman. Mahmudi, kitman Persiraja Banda Aceh harus memutar otak agar periuk nasi tetap terjaga saat kompetisi dihentikan. Dia pun kembali membuka kursus setir mobilnya. 

Kompetisi berhenti membuat mereka yang terlibat di sepak bola kehilangan mata pencaharian. Pemain memang masih menerima pemasukan meski gajinya dipotong sampai 75 persen. Bahkan gaji pemain Persita Tangerang dipangkas sebesar 90 persen. Namun gaji mereka termasuk lumayan tinggi.

Bagaimana dengan ofisial tim seperti kitman? Bagi Mahmudi, berhentinya kompetisi tidak berarti dia berhenti bekerja. Apalagi, gaji yang diterimanya sebesar Rp 2,5 juta sebulan. Bila tidak bekerja, maka pria berusia 31 ini bakal tidak memiliki pemasukan. 

Selama kompetisi libur, saya ditugaskan menjaga stadion termasuk merawat rumput. Namun saya fokus pada kursus setir mobil

Bagi pemain dan pecinta Persiraja, sosok Mamudi sudah tak asing lagi. Ia kerap terlihat keluar masuk di lapangan hijau saat pemain terkapar usai duel dengan pemain lawan. Saat itulah, Mahmudi berlari menghampiri sang pemain, lalu menyemprotkan spray etil klorida ke bagian yang sakit.

Kini, Mahmudi banting setir untuk sementara waktu dengan membuka kursus mengemudi mobil di Kota Banda Aceh. Ini dilakukannya pasca-aktivitas di lapangan hijau berhenti total.

"Selama kompetisi libur, saya ditugaskan menjaga stadion termasuk merawat rumput. Namun saya fokus pada kursus setir mobil," kata Mahmudi saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Senin, 13 April 2020.

Mahmudi membangun usahanya di depan markas Persiraja yaitu Stadion H Dimurthala, Lampineung, Kota Banda Aceh, Aceh. Setiap hari, dia menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 3 sampai 4 orang.

Hanya Mahmudi tetap harus berhati-hati dengan operasional kursus setir mobil selama pandemi Covid-19. Dia tetap harus menerapkan physical distancing saat mengajari siswa menyetir mobil. Termasuk melindungi diri dan siswa dengan mencuci tangan.

Di tempat usaha belajar mengemudi, Mahmudi mematok tarif bervariasi, tergantung mobil yang dipilih. Apabila siswa memilih mobil yang ber-AC, maka dia membayar Rp 750 ribu untuk 5 kali pertemuan.

Sedangkan untuk mobil yang tak ber-AC, Mahmudi mematok harga Rp 650 ribu untuk 5 kali pertemuan. Proses belajar yang diterapkan yaitu mulai dasar hingga lancar menjadi pengemudi.

"Biasanya 3 sampai 4 kali pertemuan siswa sudah bisa, artinya di pertemuan ke-5 siswa, sudah sudah lancar saat mengemudi," kata dia.

Covid-19 Diharapkan Berlalu

Mahmudi tetap bersyukur karena masih bisa mendapat pemasukan setelah kompetisi berhenti. Namun dia juga berharap virus corona atau Covid-19 segera berlalu dan kompetisi dimulai lagi. 

Dirinya mengaku rindu akan riuhnya suasana stadion dan semangat perjuangan para pemain di lapangan hijau. Apalagi, saat ini Persiraja sedang menunjukkan tren positif.

Klub berjuluk Laskar Rencong itu saat ini berada di peringkat 7 klasemen sementara dengan poin 5 dari 2 kali imbang dan 1 kali menang. Untuk tim promosi dengan segala keterbatasan, keberhasilan Persiraja patut diacungi jempol. Apalagi, Persiraja menduduki peringkat paling baik dibandingkan2 tim promosi lainnya, Persik Kediri dan Persita Tangerang.

"Tim sedang dalam kondisi terbaik, tetapi kompetisi kemudian harus berhenti. Namun mau bagaimana lagi karena ini musibah," ujar Mahmudi.

Adanya pandemi Covid-19 PSSI secara resmi menghentikan sementara kompetisi Liga 1 dan 2 hingga Juni 2020. Penghentian ini menyusul status darurat bencana. Selama kompetisi diliburkan yakni Maret, April, Mei dan Juni, PSSI hanya mewajibkan klub untuk membayar gaji pemain, pelatih serta ofisial maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam kontrak. []

Berita terkait
Liga Berhenti, Persiraja Bayar Penuh Gaji Pemain
Persiraja memberikan gaji pemain secara penuh pada Maret 2020 meski Liga 1 dihentikan. Namun klub akan bermusyawarah untuk gaji bulan berikutnya.
Liga 1 Dihentikan, Persiraja Liburkan Pemain
Persiraja Banda Aceh meliburkan pemain mulai Selasa, 24 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan karena virus corona.
Aminullah: Persiraja Pertahankan Marwah Aceh
Persiraja Banda Aceh membuktikan diri mampu bersaing di Liga 1 musim ini. Setidaknya telah diperlihatkan pada laga perdana.
0
Malware Nyamar Jadi Layanan Antar Paket Saat Corona
Kasperksy menemukan serangan spam dan phishing yang mengeksploitasi situasi Covid-19 dengan mengincar orang yang menunggu paket belanja online.