Jakarta, (Tagar 30/11/2018)- Bukalapak kini lebih dari sekedar marketplace, melalui pemanfaatan teknologi bukalapak memberikan solusi Indonesia dan memperluas literasi digital untuk membangun bangsa.

Bukalapak sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia berkomitmen untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi guna membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, kini bukalapak hadir dengan program barunya, reksadana yang dinamakan BukaReksa.

BukaReksa merupakan fitur bukalapak yang menyediakan produk reksa dana untuk seluruh pengguna bukalapak dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fitur yang diluncurkan pada Januari 2017 ini telah menyediakan 21 produk reksa dana dengan berbagai pilihan risiko.

Untuk menarik minat investasi, bukalapak menggandeng tanam duit sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).  Sebagai portal investasi, tanamduit bergerak dibidang teknologi keuangan bertujuan memberikan pengalaman kepada masyarakat untuk berinvestasi dengan mudah dan aman, karena diawasi oleh OJK. Dan kini telah berhasil menjaring hingga 150 ribu investor yang bergabung di BukaReksa. 

"Salah satu misi dari tanamduit adalah untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai manfaat investasi dan menjadikannya sebagai gaya hidup," kata Director Pengembangan Bisnis tanamduit, Muhammad Hanif.

Fitur  BukaReksa ini ditujukan kepada kaum milenial agar dapat berinvestasi sejak dini mempersiapkan biaya hidup 5-10 tahun kedepan.

"Daripada menghabiskan sisa pendapatan jalan-jalan, mending aja investasi dengan biaya murah. Mulai dari 10 ribu, nanti kita akan bisa menikmati 5-10 tahun, lho," ucapnya.

Deputi Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halim Haryono memberikan dukungan positif bagi kaum milenial untuk berinvestasi sejak dini di BukaReksa guna mengurangi kekhawatiran di masa tua. Dan itu, kata dia, sangat membantu perekonomian Indonesia.

"Dari hasil pengamatan kami, berinvestasi sejak dini menggunakan teknologi ini sebagai langkah positif untuk mengurangi rasa khawatir kaum milenial 5-10 tahun kedepan, dan akan bisa mengurangi kemiskinan di bangsa ini," ungkap Halim.