Ledakan Kasus Covid! Banyak Anak Mendadak Jadi Yatim Piatu

Ledakan kasus Covid-19 di Indonesia banyak merenggut nyawa hingga banyak anak-anak yang akhirnya menjadi yatim piatu yang kini menjadi sorotan.
Vino seorang bocah yatim piatu di Kalimantan. (Foto: Tagar/RRI)

Jakarta – Ledakan kasus Covid-19 di Indonesia banyak merenggut nyawa hingga banyak anak-anak yang akhirnya menjadi yatim piatu. Salah satunya anak usia 10 tahun di Kalimantan Timur, yang bernama Vino yang ditinggalkan orang tuanya untuk selama-lamanya akibat Covid-19.

Vino siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD), tinggal di Kampung Linggang Purworejo, RT 04, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Hal ini membuat banyak orang ingin membantu Vino bahkan ada yang ingin mengadopsinya. Salah satunya, yaitu mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. 


Selama ini kita selalu kekurangan data misalnya data bansos dan lain-lain itu selalu bermasalah maka di data dulu dimana saja yang menjadi daerah yang banyak anak menjadi yatim piatu.


Ujang Komarudin saat diwawancarai Tagar TVUjang Komarudin saat diwawancarai Cory Olivia di kanal YouTube Tagar TV. (Foto: Tagar/Selfiana)

Susi menyampaikan niatnya ini, di akun Twitter @susipudjiastuti "Andai dekat saya bisa memeluknya," kata Susi.  Ia juga menyatakan bersedia merawat Vino tanpa harus mengadopsinya.

Awalnya tidak ada yang memberi tahu Vino bahwa kedua orang tuanya telah tiada. Sampai akhirnya pamannya memberitahunya dan ia menangis. Vino tak percaya karena merasa ayah dan ibunya masih muda. 

Ibu kandung Vino, Lina Safitri (31) meninggal dalam kondisi mengandung lima bulan, pada Senin, 19 Juli 2021. Sedangkan ayah Vino bernama Kino meninggal tepat satu hari berikutnya, Selasa, 20 Juli 2021. Keduanya dirawat di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar Kutai Barat.

Merespons hal ini, Direktur Eksekutif Political Review Ujang Komarudin mengatakan untuk menunjang support system dari pemerintah adalah membutuhkan data. 

“Selama ini kita selalu kekurangan data misalnya data bansos dan lain-lain itu selalu bermasalah. Maka di data dulu dimana saja yang menjadi daerah yang banyak anak menjadi yatim piatu,” ujar Ujang Komarudin saat diwawancarai Tagar TV, Rabu, 28 Juli 2021.

Menurut Ujang jika pemerintah sudah memiliki data yang sudah jelas itu akan lebih mudah ditangani dan memudahkan apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Misalnya seperti pembangunan panti di tempat tersebut, dan mempersiapkan bagaimana kelanjutan sekolah dari anak yatim tersebut. 

“Karena itu semua dijamin oleh konstitusi dimana fakir miskin dan anak-anak terlantar kan di jaga oleh negara. Maka ya support systemnya ya di data secara baik lalu, harus menyentuh sampai level RT/RW jadi tidak ada lagi yang tidak terdata,” ujarnya.

Ujang menegaskan bahwa hal ini menjadi kewajiban negara untuk memelihara dan menjaga anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

“Kalau negara bisa menuntaskan ini secara baik, justru disitu akan terlihat kepemimpinan pemerintah yang bagus,” katanya. 

“Saya respect kepada Bu Susi karena tidak banyak para tokoh politik atau para elit yang mau melakukan gerakan seperti Bu Susi. Justru kita harus mencari ibu asuh atau bapak asuh yang lain dan harusnya ini harus dicontoh oleh elit yang lain jangan hanya memikirkan kelompoknya saja atau dirinya saja,” ujarnya.

Sementara Ketua DPR Puan Maharani mengusulkan pada pemerintah untuk memberikan bantuan belajar atau beasiswa kepada anak yatim piatu akibat Covid-19. 

"Ya tentu bukan hanya bantuan belajar ya mereka butuh makan, mereka butuh jajan nah itu yang penting. Bagaimana kehidupan kesehariannya harus ditanggung juga bukan hanya biaya sekolah, kan selama ini biaya sekolah itu udah gratis juga SD-SMA,” ucapnya. 

(Selfiana)

Berita terkait
Ujang Komarudin: PDIP Tunjukkan Hubungan Baik dengan PKC
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan PDIP ingin tunjukan hubungan baik dengan Partai Komunis China.
Serangan Virus Covid-19 dan Hepatitis Menyebar di Seluruh Dunia
Penyebaran virus hepatitis juga jadi ancaman serius di tengah pandemi. Ibarat "double strike", dua serangan virus sekaligus: hepatitis dan Covid-19
Percepatan Pelaksanaan Anggaran Daerah Untuk Penanganan Covid-19
Pemerintah terus mendorong percepatan pelaksanaan anggaran daerah untuk penanganan pandemi Covid-19
0
Greysia Polii/Apriyani Rahayu Cetak Sejarah Baru Olimpiade
Di babak semifinal, Greys/Apri sudah ditunggu Lee Soo Hee/Shin Seung Chan asal Korea Selatan pada Sabtu, 31 Juli.