Jawa Timur - Pasca penggeledahan rumah mantan pejabat Pemprov Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung mengumpulkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Rapat digelar pada Jumat 12 Juli 2019 pukul 08.00 pagi. Khofifah ingin mengingatkan kepada seluruh kepala OPD agar berhati-hati yang berkaitan bantuan keuangan.

Sebelum mencairkan dana OPD mematuhi regulasi yang ada dan Sesuai Iperational Prosedur (SOP). Kepala OPD harus memverifikasi kembali hinggga data penerima bantuan hibah benar-benar valid.

"Harus dicek kembali penerimanya sampai valid dan sesuai kebutuhan. SOP regulasi juga harus di patuhi. Kan ada eselon II, eselon III, eselon IV. ," tegas Khofifah usai menghadiri acara Road Show Bus KPK 2019 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di gedung Siola, Surabaya, Jumat 12 Juli 2019.

Khofifah sudah berkomunikasi dengan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono agar memulai rapat dan dirinya tidak bisa hadir karena di undang acara road show bus KPK.

"Tadi saya telepon Pak Sekda agar rapat dimulai. Karena saya ke sini. Aku tak bisa hadir bersama mereka (kepala OPD)," ujarnya.

Sementara dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi KPK yang telah mendatangi masyarakat untuk sosialisasi program pencegahan korupsi. Dia mengucapkan terima kasih karena mendapatkan layanan dari bus KPK. Program KPK ini diharapkan efektifitasnya dapat dirasakan masyarakat.

“Melalui kegiatan bus, kita di ajak bersama-sama oleh KPK, karena kita masuk dari hulunya, yaitu pencegahan. Ini program strategis,” ujar Khofifah.

Bus KPK telah singgah di lima daerah yaitu Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang dan Mojokerto. Selama  tiga hari, mulai 12-14 Juli  KPK akan berinteraksi dengan masyarakat Surabaya. Kegiatan pada dua hari pertama dipusatkan di Mal Layanan Publik Siola, Surabaya. []