KPAI Buka Suara soal Polemik Sinetron Suara Hati Istri

KPAI buka suara terkait polemik sinetron berjudul Suara Hati Istri yang dianggap bertentangan dengan upaya pemerintah mencegah pernikahan dini.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto. (Foto: Tagar/Nawacita)

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) buka suara terkait polemik sinetron yang berjudul Suara Hati Istri karena diperankan aktris di bawah umur sebagai salah satu istri yang dipoligami.

Ketua KPAI Susanto mengatakan hal ini bertentangan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mencegah pernikahan anak di usia dini, reaksi ini disampaikan oleh Susanto setelah mendapat laporan bahwa ada aktris 15 tahun yang berperan sebagai seorang istri di TV nasional.

"Kami sangat menyayangkan terhadap hal ini, di tengah negara concern atau fokus meningkatkan kualitas perlindungan anak dan mencegah perkawinan usia anak justru ada sinetron yang tidak sejalan dengan semangat negara," ujar Susanto.

Ia mengatakan pihaknya akan menindak lanjuti temuan tersebut dengan melakukan rapat bersama jajaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).


Di tengah negara fokus meningkatkan kualitas perlindungan anak dan mencegah perkawinan usia anak justru ada sinetron yang tidak sejalan dengan semangat negara.


"Kami sangat menyayangkan. Kami sedang koordinasi dengan Ketua KPI terkait hal ini, sesegera mungkin akan dibahas dengan KPI. Semoga hari ini cocok waktunya," ucapnya.

Sebelumnya, warga net Tanah Air diramaikan dengan kemunculan Zahra, yakni salah satu karakter di sinetron Suara Hati Istri yang tayang di Indosiar. Sosok Zahra dibawakan oleh aktris muda bernama Lea Ciarachel yang masih berusia 15 tahun. Lea diketahui sebagai aktris muda kelahiran Bali, 5 Oktober 2006.

Dalam sinetron Suara Hati Istri tersebut, Lea berperan menjadi istri ketiga dari pria bernama Tirta, yang diperankan oleh aktor bernama Panji Saputra. Ia digambarkan sebagai pria berusia 40 tahun dengan tiga istri.

Hal inilah yang kemudian menuai kritik dari warga net karena Lea Ciarachel atau Zahra masih 15 tahun tapi berperan sebagai seorang istri. Mereka juga mengkritik adegan Zahra dan Pak Tirta di atas ranjang karena perbedaan usia yang sangat jauh.

Berbagai cuitan netizen di Twitter berdatangan mengomentari sinetron yang dianggap warga net kurang pantas ditayangkan di televisi. []

Berita terkait
Takut Ditiru, KPAI: Stop Sebar Video Bokep Parakan 01
Komisioner KPAI, Retno Listyarti, meminta kepada masyarakat agar tidak lagi menyebarkan video bokep "Parakan 01" karena alasan dampak psikologis.
KPAI Sebut Pemaksaan Siswa Pakai Jilbab Melanggar HAM
KPAI sebut kasus intoleransi terhadap seorang pelajar di SMKN 2 Padang adalah pelanggaran HAM.
KPAI Tolak Ancaman Pelajar Ikut Demonstrasi Sulit Dapat SKCK
KPAI menolak adanya narasi ancaman bagi anak usia sekolah yang ingin dan melakukan demonstrasi sulit mendapatkan SKCK.
0
KPAI Buka Suara soal Polemik Sinetron Suara Hati Istri
KPAI buka suara terkait polemik sinetron berjudul Suara Hati Istri yang dianggap bertentangan dengan upaya pemerintah mencegah pernikahan dini.