Konsisten! Jokowi Tolak Tegas Perpanjangan Tiga Periode

Presiden Jokowi konsisten menolak tegas wacana perpanjangan jabatan menjadi tiga periode sesuai amanat konstitusi yang berlaku di Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Tagar/Putri)

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) konsisten menolak tegas wacana perpanjangan jabatan menjadi tiga periode. Ia menyatakan tegas tidak adanya perubahan sikap akan wacana tersebut. 

Presiden meminta untuk tidak membuat kegaduhan baru tentang isu perpanjangan periode dan akan lebih memfokuskan kepada penanganan pandemi yang terjadi saat ini.

Hal tersebut diperkuat dengan penyataan Presiden Joko Widodo yang mengakan tidak memiliki niat dan tidak berminat pula memperpanjang masa jabatan Presiden hingga tiga periode.


Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode itu ada 3 menurut saya satu ingin menampar muka saya yang kedua ingin cari muka padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan itu saja.


“Saya tidak ada niat, tidak juga berminat menjadi Presiden tiga periode. Konstitusi mengamanahkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama,” ujar Presiden Joko Widodo pada video pernyataan langsung dari Istana, dilihat di kanal YouTube Tagar TV, Senin, September 2021.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengungkapkan harus adanya penolakan apabila wacana jabatan Presiden RI tiga periode ini terealisasikan dan apabila menjadi kenyataan Ia sangat yakin akan adanya penolakan dari rakyat. Ia pula mengingatkan untuk konsisten dan berdemokrasi.

“Saya punya keyakinan rakyat akan marah. Kemarin waktu revisi UU KPK masih sabar, lalu Omnibus Law juga masih sabar, tapi saya punya insting bawah terkait dengan tiga periode ini masyarakat kelihatannya akan melakukan mohon maaf dalam tanda petik perlawanan,” ujarnya. 

Selain itu hal yang memperkuat lainnya ialah dalih menjaga konstitusi amanah dua periode. Pasal 9 UUD 1945 mengatakan, Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Isu adanya usulan perpanjangan periode Presiden RI mengingatkan pada pernyataan Presiden Joko Widodo tahun 2019 silam, dimana saat itu Presiden Joko Widodo merespons ada yang ingin menjurumuskannya.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode itu, ada 3 menurut saya. Satu ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja," ucap Jokowi. 

(Putri Fatimah)

Berita terkait
PKP Minta Parpol Bersuara Dukung Jokowi Tolak 3 Periode
PKP menilai apabila masa jabatan presiden diperpanjang, konsekuensinya pasti masa jabatan anggota DPR yang sekarang juga diperpanjang.
Jokowi Akan Siapkan Transisi Covid-19 dari Pandemi ke Endemi
Presiden Jokowi mengatakan akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi sehingga masyarakat harus siap hidup dnegan Covid-19
Jokowi Minta Warga Lindungi Diri dengan Vaksinasi Covid-19
Jokowi tegaskan penerapan protokol kesehatan ketat dan vaksinasi merupakan cara terbaik dalam melindungi diri dari Covid-19
0
Konsisten! Jokowi Tolak Tegas Perpanjangan Tiga Periode
Presiden Jokowi konsisten menolak tegas wacana perpanjangan jabatan menjadi tiga periode sesuai amanat konstitusi yang berlaku di Indonesia.
Opini: Care Centre 165