Komnas HAM Uji Balistik Penembakan FPI Bersama Ahli dari Pindad

Komnas HAM RI menyerahkan barang bukti kepada Puslabfor Bareskrim Polri untuk diuji balistik dengan melibatkan ahli dari PT Pindad.
Choirul Anam selaku Komisioner Komnas HAM (Tagar/gatra.com)

Jakarta - Tim Penyelidikan Komnas HAM RI menyerahkan barang bukti kepada Puslabfor Bareskrim Polri untuk diuji balistik dengan melibatkan ahli dari PT Pindad. 

"Proses uji Labfor ini dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan ahli dari PT Pindad dan masyarakat sipil," ujar Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. 

Uji balistik yang digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga lebih dari 10 jam itu dilakukan dengan berbagai tahapan, di antaranya dengan menggunakan alat berbasis komputer untuk membuktikan apakah logam merupakan bagian dari peluru atau tidak. 

Komnas HAM RI berharap semoga peristiwa ini segera dapat terlihat secara terang benderang.

Baca juga: FPI: Soal Bubar Gampang, yang Penting Tuntaskan Kasus 6 Syuhada

Selain itu, pengujian dilakukan untuk melihat dan membuktikan identifikasi balistik sidik jari serta serpihan mobil. 

"Komnas HAM RI berharap semoga peristiwa ini segera dapat terlihat secara terang benderang," ujar Choirul Anam. 

Sebelumnya, Tim Penyelidikan Komnas HAM menemukan tujuh butir proyektil dan empat butir selongsong dari tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek. 

Untuk proyektil, enam proyektil memiliki model serupa, sementara satu proyektil berbeda sehingga menjadi barang bukti yang belum terkonfirmasi jenisnya. 

Baca juga: Fadli Zon: Pembubaran FPI, Penembakan Laskar dan Penahanan Habib Rizieq

Dari empat selongsong, tiga jenis barang bukti terkonfirmasi selongsong karena belum mengalami perubahan bentuk, sementara satu jenis barang bukti diduga selongsong (nomor 17) karena bentuknya sudah berubah karena pecah. 

Tim Komnas HAM pun menemukan barang bukti serpihan bagian mobil yang sangat banyak dari TKP sehingga perlu dicek kecocokannya dengan mobil yang digunakan saat kejadian. []

Berita terkait
Bareskrim Mengaku Sudah Periksa 82 Saksi Penembakan FPI
Bareskrim Polri mengaku sudah memeriksa sedikitnya 82 saksi terkait penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI).
Fadli Zon: 3 Minggu Kasus Penembakan 6 Laskar FPI Belum Jelas
Fadli singgung kasus penembakan enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI) yang hampir tiga minggu ini belum jelas.
Maklumat Kapolri Soal Pembubaran Perkumpulan Disoroti
Pakar hukum tata negara Muhammad Fauzan menanggapi Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis tentang kepatuhan terhadap pembubaran kumpul.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.