Komisi C DPRD DIY Tinjau Kondisi Jembatan Kenet yang Ambrol

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul melakukan tinjaun langsung ke lokasi pada hari Selasa, 3 November 2020.
Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY melakukan tinjaun langsung ke lokasi pada hari Selasa, 3 November 2020. (Tagar/Faya Lusaka)

Bantul - Menindaklanjuti ambrolnya talut jembatan sementara Kenet pada pekan lalu, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan tinjaun langsung ke lokasi pada hari Selasa, 3 November 2020.

Komisi C DIY sendiri merupakan komisi yang membidangi infrastruktur yang ada di daerah Kabupaten Bantul. Bersama dengan pihak Kecamatan Imogiri dan Keluruhan Selopamioro komisi C melakukan pengecekan langsung mengenai kondisi jembatan sementara yang ambrol pada Selasa, 27 November 2020 lalu.

Jembatan Kenet yang rusak sejak bulan Februari 2019 lalu ini, untuk sementara dibangun jembatan bailey yang baru di resmikan satu bulan yang lalu. Akan tetapi baru sebulan pengoperasian jembatan sudah rusak.

Air yang mengalir begitu masuk ke jembatan tidak langsung mengalir tapi balik arah sehingga menerobos ke kanan dan kiri. Jadi seharusnya ada penanganan khusus,

Anggota Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifuddin bersama teman-teman lain dari Komisi C merasa kecewa karena jembatan yang diharapkan permanen ternyata hanya bersifat sementara.

“Hukumnya wajib untuk diselesaikan segera pembangunan jembatan ini. Jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sudah disahkan maka harus segera dilakukan pelelangan pada bulan Desember, lalu segera dilakukan pembangunan Jembatan dib ulan Februari,” jelas Amir.

Sesuai anggaran yang ada seharusnya untuk pembangunan jembatan Kenet ini terdapat dana sebesar 10 milyar.

Jembatan kenet ini merupakan sarana yang vital, karena merupakan akses utama dari Siluk, Imogiri, Bantul menuju Panggang, Gunungkidul. Rusaknya jembatan Kenet mengakibatkan arus lalu lintas masyarakat terganggu karena harus berpindah ke jembatan yang sebelah selatan dengan sistem bergantian.

Sementara Sri Kayatun selaku Camat Imogiri mengatakan bahwa jembatan Kenet memerlukan penanganan khusus, karena air yang melewati bawah jembatan merupakan air luncuran dari semua bukit yang ada disekitar.

“Air yang mengalir begitu masuk ke jembatan tidak langsung mengalir tapi balik arah sehingga menerobos ke kanan dan kiri. Jadi seharusnya ada penanganan khusus,” ungkap Sri Kayatun.

Untuk saat ini upaya dari pihak kecamatan berusaha semaksimal mungkin melakukan musyawarah dengan masyarakat untuk menyampaikan apa yang dimau sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena jika masalah teknis dan anggaran pihak kecamatan menyerahkan kepada yang lebih berwenang.

Kemudian selama proses pembangunan jembatan nanti pihak kecamatan akan mengkondisikan dengan masyarakat apabila harus ada tanah yang diperlukan untuk jalan sementara.

Sri Kayatun, Berharap kedepannya akan segera dibangun jembatan permanen agar memudahkan aktivitas masyarakat setempat. []

Baca juga:

Berita terkait
Tiga Bidang Kerja Sama Pemkab Bantul dan PT AP I Bandara YIA
Pemkab Bantul dan PT AP I Bandara YIA Kulon Progo menjalin kerja sama tiga bidang, yakni pariwisata, Kominfo serta Koperasi dan UMKM.
Pelajar Terduga Klitih Asal Bantul Ini Bikin Celurit Sendiri
Enam terduga klitih ditangkap di Kota Yogyakarta. Dua pelajar warga Bantul terbukti membawa celurit. Senjata tajam itu buatannya sendiri.
Aku + Kamu = Kita, Film Pendek Karya MAN 3 Bantul Yogyakarta
MAN 3 Bantul Yogyakarta meluncurkan film baru dan terbilang sukses. Dalam hitungan jam sudah ditonton 1.500 kali. Seperti apa filmnya?
0
Alasan Rizki DA Makin Kecewa dengan Nadya Mustika Rahayu
Rizki DA sampaikan alasan kekecewaannya terhadap Nadia Mustika Rahayu yang awalnya masih mau memperbaiki hubungan meski sudah menjatuhkan talak.