UNTUK INDONESIA
Khofifah Siapkan 7 Prioritas Pembangunan Usai Corona
Gubernur Jawa Timur, khofifah Indar Parawansa membeberkan tujuh prioritas pembangunan di Jatim tahun 2020 atau pasca pandemi Covid-19.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jatim Tahun 2021, di Grahadi, Senin 27 April 2020. (Foto: Tagar|Istimewa).

Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membeberkan tujuh prioritas pembangunan di Jatim tahun 2020 atau pasca pandemi virus corona Covid-19. Ia menyebutkan prioritas pertama adalah pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah ekonomi dan pariwisata. Hal itu Mengingat sektor yang paling merasakan dampak Covid-19 adalah pariwisata.

"Penguatan konektivitas antar wilayah dalam upaya pemerataan hasil pembangunan dan peningkatan layanan infrastruktur menjadi prioritas kedua pembangunan Jatim," kata Khofifah saat memberi sambutan dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jatim Tahun 2021 melalui video conference, di Grahadi, Senin 27 April 2020.

Untuk mengatasi dampak covid-19, Pemprov Jatim berupaya mengeluarkan beberapa kebijakan sosial ekonomi.

Baca Juga: Khofifah Minta Pengusaha Harus Kasih THR 

Sedangkan prioritas ketiga adalah peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan, perluasan kesempatan kerja serta pengentasan kemiskinan dengan penggunaan teknologi informasi dan pemanfaatan artificial intelegence (AI). "Keempat yakni meningkatkan kepedulian sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal," ucap Khofifah.

Sementara prioritas kelima adalah peningkatan ketahanan pangan, dan pengelolaan energi baru terbarukan. Keenam yaitu peningkatan ketahanan bencana dan lingkungan hidup melalui pengarusutamaan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Upaya refocusing dan realokasi ini kami harapkan diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Sementara prioritas terakhir atau ketujuh adalah peningkatan ketentraman, ketertiban umum dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di Jatim," tutur Khofifah. 

Khofifah menegaskan, penyebaran pandemi Covid-19 di Jawa Timur memerlukan perhatian yang cukup serius karena menimbulkan korban jiwa. Selain itu, kerugian material dan berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

"Maka fokus pembangunan diarahkan percepatan pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat dengan fokus pemulihan industri, pariwisata, investasi, kesehatan dan infrastruktur di Jatim," kata Khofifah.

Untuk mengatasi dampak covid-19, Pemprov Jatim berupaya mengeluarkan beberapa kebijakan sosial ekonomi. Diantaranya adalah mengamankan kelancaran pemasaran dan distribusi produk pertanian, restrukturisasi kredit bagi pelaku ekonomi terdampak. Selain itu, juga dilakukan padat karya tunai (cash for work) untuk pelaku ekonomi kecil terdampak, dan jaring pengaman sosial (social safety net).

APBD Jatim telah direalokasi dan refocused untuk penanganan dampak Covid-19, melalui efisiensi belanja daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan dan Dana Insentif Daerah. Sebagian dari realokasi anggaran tersebut akan turut diimplementasikan melalui penyaluran ke kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

“Upaya refocusing dan realokasi ini kami harapkan diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur,” kata Khofifah. 

Sementara itu capaian pembangunan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD Jatim tahun 2019-2024 terlihat dari beberapa hal. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 5,52 persen (c to c), lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 5,02 persen.

Selanjutnya inflasi Jatim pada tahun 2019 menurut Khofifah, sebesar 2,12 persen, lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai 2,72 persen. Sedangkan inflasi Jawa Timur pada bulan Maret 2020 adalah sebesar 2,27 persen (y on y), lebih rendah dari nasional yang sebesar 2,96 persen.

Baca Juga: Khofifah Siap Cairkan BLT Rp 600 Ribu Jelang Ramadan 

Musrenbang kali ini menghadirkan nara sumber Menteri Dalam Negeri, Staf Ahli Bappenas serta Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu serta dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangkoarmada II, Kajati Jatim, Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Sekda Provinsi Jatim, Bupati Banyuwangi, Walikota Surabaya, Ketua KADIN Jatim, dan Kepala BPS Jatim.[]


Berita terkait
Khofifah Bentuk Tim Pelaksana PSBB Tiga Daerah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membentuk empat tim pelaksana PSBB yang akan diterapkan di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.
DPRD Desak Khofifah Evaluasi Komisaris Bank Jatim
Komisi D DPRD Jawa Timur mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk mengevaluasi kinerja komisaris Bank Jatim.
Khofifah Minta Pengusaha Harus Kasih THR
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan seluruh perusahaan yang ada di Jatim untuk memberi tunjangan hari raya (THR).
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China