Pemerintah Kota Makassar

Ketahui Risiko di Balik Investasi Properti Sebelum Memulai

Biasanya semakin tinggi risikonya, semakin besar potensi keuntungan dan kerugian yang signifikan dari ekuitas yang diinvestasikan.
Ilustrasi investasi propertti. (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Semua jenis investasi pasti memiliki risikonya masing-masing dan risiko ini dapat bertindak sebagai hambatan untuk investasi Anda. Tingkat kenyamanan Anda dengan risiko investasi biasanya akan tergantung pada situasi keuangan Anda, keadaan pribadi Anda dan pengalaman Anda.

Biasanya semakin tinggi risikonya, semakin besar potensi keuntungan dan kerugian yang signifikan dari ekuitas yang diinvestasikan. Memiliki acuan bagi investor untuk mengukur risiko membantu memastikan bahwa investasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. Berikut ini adalah risiko dibalik investasi properti.


1. Risiko likuiditas

Likuiditas adalah kemudahan di mana Anda dapat memperoleh akses ke uang yang Anda miliki dalam suatu investasi. Salah satu kelemahan dari investasi properti adalah kurangnya likuiditas dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, yang dapat memaksa investor untuk berpikir jangka panjang.


2. Kerusakan properti

Salah satu risiko investasi properti adalah kerentanan investasi Anda terhadap kerusakan. Karena ini adalah aset berwujud, ada risiko bahwa sesuatu yang mungkin terjadi dengan biaya Anda. Risiko ini termasuk bencana alam, kebakaran, kerusakan oleh penyewa dan perampokan atau vandalisme.


3. Biaya perawatan

Investor properti tidak bisa membiarkan investasinya berjalan dengan hasil yang naik terus menerus, tanpa memastikan properti tersebut dalam keadaan baik. Anda juga harus mengeluaran biaya tambahan untuk merawat kondisi bangunan agar pendapatan dari sewa bisa meningkat.


4. Ketidakpastian kondisi pasar

Kebutuhan tempat tinggal baik rumah maupun apartemen memang akan terus meningkat tetapi bukan jaminan bahwa properti akan terjual. Hal ini terjadi karena daya beli terhadap properti dipengaruhi oleh faktor ekonomi.


5. Penyusutan bangunan

Hal ini lebih banyak dialami investasi properti rumah dibandingkan apartemen. Beban penyusutan bangunan merupakan resiko investasi properti yang harus ditanggung pemilik. Beban penyusutan ini harus dicatat karena itu mempengaruhi valuasi dari aset perusahaan. []

(Ghariza Syifa Riyashi)


Baca Juga







Berita terkait
5 Tips Investasi Properti untuk Pemula
Investasi properti yang banyak digemari ialah perumahan, karena dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Inilah 3 Investasi Properti Sangat Menguntungkan
Investasi properti berjenis indekos sangat cocok diaplikasikan di daerah perkotaan, tidak terkecuali Jakarta.
3 Alasan Utama Mengapa Harus Memiliki Properti Sendiri?
Properti tidak hanya akan menjadi aset Anda yang paling berharga, tetapi juga menciptakan kekayaan.
0
Kilas Balik Sejarah Mata Uang Negara Jerman
Mata uang Jerman terus berkembang seiring dengan kemajuan negara melalui masa-masa perpecahan, resesi, dan hiperinflasi.