UNTUK INDONESIA
Kendalikan Harga Beras, Bulog Patok Harga Eceran Tertinggi
Selain mengatur HET, Ahmad menambahkan, harga beras dari distributor ke pedagang pun sudah diatur. Harga jual beras medium oleh distributor ke pedagang Rp 8.500 per kilo.
Bulog Patok HET di Jepara. Satgas Pangan Jepara memantau harga beras di Pasar Jepara Satu, Senin (8/1). (Alf)

Jepara (Tagar 8/1/2018) - Satgas pangan Kabupaten Jepara menemukan beras medium dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET). Harga beras medium tertinggi Rp 9350 per kilogram. Namun, beras medium baru di Pasar Jepara Satu dijual Rp 10 ribu per kilogram.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta menyampaikan, meski ditemukan penjualan beras melebih HET, pihaknya tidak melakukan penindakan. Pedagang hanya diberikan pengarahan, serta menghimbau masyarakat untuk membeli beras sesuai dengan HET.

“Ya, kami beri peringatan. Lama-lama masyarakat pasti akan beralih ke beras yang dijual sesuai HET,” ujar Suharta, Senin (8/1). Suharta melanjutkan, harga beras medium yang dijual melebihi HET, hanya beras medium yang baru selesai digiling. Sementara, beras medium yang sudah cukup lama dijual di bawah HET.

“HET (beras) medium Rp 9.350 tapi dijual Rp9 ribu. Tapi yang (medium) baru dijual Rp 10 ribu,” ungkap Suharta.

Operasi pasar kali ini, Suharta menambahkan, untuk menghindari permainan harga oleh pedagang nakal maupun distributor. Serta, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk membeli beras sesuai dengan HET.

Kepala Gudang Bulog Jepara Ahmad Muzajjad menambahkan, saat ini ketersedian beras di gudang Bulog Jepara sebanyak 1.890 ton. Jumlah tersebut masih aman hingga tiga bulan kedepan.

“Stok di gudang masih cukup hingga tiga bulan ke depan, jadi tidak ada alasan pedagang menaikan harga beras karena kekurangan stok,” ungkap Ahmad.

Selain mengatur HET, Ahmad menambahkan, harga beras dari distributor ke pedagang pun sudah diatur. Harga jual beras medium oleh distributor ke pedagang Rp 8.500 per kilogram.

“Dengan harga distributor ke toko pengecer sebesar itu, diharapkan harga jual ke konsumen tidak melebihi HET,” tandas Ahmad. (alf)

Berita terkait
0
Begini Reaksi Warga Tapanuli Utara Hadapi Kabut Asap
Lebih jauh dampak buruk lainnya yang harus diwaspadai adalah gangguan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) bagi manusia.