Jakarta, (Tagar 14/3/2019) - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agnes Marcellina mengatakan bahwa pertanyaan 'kenapa Prabowo Subianto tidak menikah lagi?' adalah sesuatu yang konyol, sangat tidak penting.

"Terus terang saya geli mendengar pertanyaan itu. Karena ini kan gak penting banget ya," kata Agnes melalui sambungan telepon kepada Tagar News, Rabu (13/3) sore.

"Karena di dalam Undang-undang kita sendiri kan tidak ada yang mengharuskan bahwa Presiden Republik Indonesia harus mempunyai istri. Kan tidak ada," imbuh politisi Partai Gerindra yang kini melaju sebagai calon legislatif dari dapil Garut-Tasikmalaya ini.

Lebih lanjut, Agnes mengungkapkan bahwa banyak negara lain yang berjalan dengan baik, meski pemimpinnya tidak didampingi seorang ibu negara.

Pihaknya juga diakui Agnes tidak pernah membahas terkait urusan pribadi Prabowo Subianto yang tidak ada kaitannya dengan kemajuan bangsa Indonesia.

"Di negara lain, Putin (Rusia) misalnya tidak punya istri. Di India juga tidak memiliki Ibu Negara," katanya.

"Kita gak pernah bahas yang seperti itu. Pak Prabowo saat ini betul-betul berkonsentrasi untuk menyumbangkan segala pikiran, tanaga dan waktunya untuk kepentingan Ibu Pertiwi. Bahkan saya pribadi pun yang terbilang dekat dengan beliau, tidak pernah membahas," terangnya.

Pada bagian akhir, Agnes Marcellina menilai ada atau tidak Ibu Negara dalam proses kepemimpinan suatu negara tidak terlalu memiliki pengaruh besar.

"Memangnya ada banyak peran yang memiliki dampak yang luar biasa? Gak. Dari Ibu Iriana dalam hal mengelola negara? Seringkali hanya sebagai pendamping saja kan. Enggak ngaruh lah," pungkasnya. 

Pendapat Mahfud MD

Sebelumnya, status duda calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dipertanyakan seorang netizen. Diketahui, Prabowo tidak menikah lagi selepas dikabarkan bercerai dengan istrinya, Titiek Soeharto.

Duda PrabowoSeroang warganet dengan akun Twitter @arman_111213 mempertanyakan status duda Prabowo Subianto. (Foto: Twitter/mohmhfudmd)

Seorang warganet dengan akun @arman_111213 mempertanyakan status duda mantan Danjen Kopassus itu. Ia bertanya kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD melalui media sosial Twitter, sembari mengambil contoh kejadian di Perancis.

"Prof, Pak Prabowo kan duda. Kalau beliau terpilih, apakah adik perempuannya yang diangkat menjadi ibu negara? Seperti kejadian di Perancis. Dan adiknya Pak Prabowo nasrani, apakah regulasinya memungkinkan ketika kepala negara dan ibu negara berbeda agama?" cuitnya, yang langsung dijawab oleh Mahfud, sesuai kapasitasnya sebagai ahli hukum tata negara.

"Itu tak diatur dalam konstitusi dan hukum kita. Jika meminjam kaidah ushul fiqih dalam studi hukum Islam, 'al-ashlu fil amri lil ibaahah' berarti boleh. Jadi jika konstitusi dan hukum tidak melarang dan tidak mewajibkan sesuatu maka sesuatu itu sah saja dilakukan. Mau dipilih atau tidak, juga boleh," kata Mahfud. []

Baca juga: