UNTUK INDONESIA
Kematian Anggota TNI di Sumut Mulai Diusut Subdenpom
Kasus kematian prajurit TNI AD Serda IBG, berbuntut panjang dan kini ditangani Subdenpom 1/2-5 Nias, Sumatera Utara.
Serda IBG (tengah) saat masih hidup. (Foto: Tagar/Istimewa)

Medan - Kasus kematian prajurit TNI AD dari satuan Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Serda IBG, berbuntut panjang dan kini ditangani Subdenpom 1/2-5 Nias, Sumatera Utara.

Keluarga merasa ada kejanggalan terhadap kondisi jenazah Serda IBG ketika sampai di rumah duka di Desa Binaka, Kecamatan Idanoi, Kota Gunung Sitoli.

Jenazah Serda IBG yang disebut meninggal karena kecelakaan latihan bela diri Tarung Derajat, Senin 4 November 2019, kemarin di Markas Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, ini ditemukan luka di bagian leher dan terdapat jahitan.

Melihat jahitan di leher itu, keluarga Serda IBG langsung menduga bahwa kematian Serda IBG penuh keanehan. Mereka akhirnya membuat laporan ke Subdenpom 1/2-5 Nias pada Jumat 8 November 2019.

Laporan yang dibuat oleh keluarga Serda IBG diterima Kopda Suhemi dan diketahui oleh Kapten CPM Wigus Siswoyo. Selain membuat laporan itu, keluarga Serda IBG juga meminta permohonan untuk visum jenazah.

Terakhir, pihak keluarga juga memutuskan untuk tidak terburu-buru melakukan pemakaman terhadap Serda IBG.

Hal itu ditegaskan Martin Surianto Buaya, kerabat Serda IBG ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu 9 November 2019.

Kami ingin mendapatkan kepastian kematian anak kami ini apakah meninggal dikeroyok atau bagaimana

"Iya, sampai saat ini, jenazah belum kita makamkan. Kita masih menunggu kepastian dari pihak terkait, mengenai hasil visum, khususnya Subdenpom tempat kami membuat laporan pengaduan. Saya mendampingi adik dari Serda IBG untuk membuat laporan ke Subdenpom Nias," ucap Martin, yang juga seorang aktivis hukum di Kepulauan Nias.

Mereka semua menaruh harapan agar kematian Serda IBG dapat terungkap secara terang benderang.

"Awalnya keluarga tidak menduga adanya kejanggalan, tapi setelah adanya luka bekas jahitan di bagian leher IBG, keluarga langsung sepakat untuk mengambil langkah hukum, harapan kita agar kasus ini dapat segera terungkap," tandasnya.

Setelah keluarga membuat pengaduan ke Subdenpom Nias dan tertuang dalam nomor laporan: 04/A/04/XI/2019 tanggal 8 November 2019, mereka mendapatkan kabar, pihak yang berwenang telah membentuk tim dan melakukan investigasi atas kasus yang menimpa Serda IBG.

"Iya, semoga saja kasus ini bisa terungkap, kami ingin mendapatkan kepastian kematian anak kami ini apakah meninggal dikeroyok atau bagaimana," tuturnya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Kodam I Bukit Barisan.

Sebelumnya diketahui, Serda IBG disebut meninggal ketika sedang melakukan sparing bela diri dengan Pratu AR. Saat itu jam menunjukkan pukul 17.15 WIB, Serda IBG terkena tendangan di bagian dada kiri oleh Pratu AR, dan terjatuh. Dia sempat bangkit, kemudian terjatuh lagi dan tak sadarkan diri.

Mendapati kejadian itu, bagian kesehatan Kompi, membawa Serda IBG ke Klinik Buah Hati di Dolok Masihul. Selanjutnya, pukul 18.00 WIB, Serda IBG dinyatakan meninggal dunia.[]

Berita terkait
Kematian Anggota TNI di Medan Dianggap Janggal
Kematian prajurit TNI AD Serda IBG yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Sumut menimbulkan pertanyaan pihak keluarga.
Prajurit TNI AD Meninggal dalam Latihan Bela Diri
Prajurit TNI AD yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS disebut meninggal dunia ketika mengikuti latihan bela diri
Lari ke Markas TNI Pencuri Motor di Bangkalan Apes
Nasib sial dialami dua pencuri motor di Bangkalan, saat dikejar warga mereka terperangkap di markas TNI. Begini kronologinya
0
Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras
Polda Metro Jaya telah menyebar sketsa wajah seorang pria yang diduga sebagai pelaku penyiraman cairan kimia terhadap dua pelajar SMPN 229 Jakarta.