Indonesia
Kasus Rekayasa Penganiayaan Marbot Di Garut, MUI Jawa Barat : Ini Dosa Besar
Syafe'i berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran untuk selutuh masyarakat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali dimanapun.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rachmat Syafe'i (jas hitam ke empat dari kiri) saat angkat bicara terkait kasus seorang marbot yang rekayasa penganiayaan,di Mapolda Jabar,Kamis (1/3). (rian)

Bandung, (Tagar 1/3/2018) -Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin terkait kasus seorang marbot masjid di Garut (Uyu Ruhyana) yang melakukan rekayasa kebohongan penganiayaan .

Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'I mengatakan, tindakan tersangka Uyu telah melakukan kebohongan karena dalam agama Islam hal tersebut merupakan dosa besar.

"Mendengar pristiwa ini, terus terang saya prihatin. Karena dalam agama, ini merekayasa dan membuat sesuatu kebohongan ini merupakan dosa besar," ujarnya di Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/3).

Meski demkian, Syafe'i berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran untuk selutuh masyarakat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di manapun.

Menambahkan, dengan berita ini, dirinya berharap agar informasi ini dapat menjadi pelurusan di masyarakat,terkait kebohongan yang terjadi.

"Ini merupakan sesuatu yang di laknat oleh allh sama seperti jinah dan rampok.insaalh ini menjadi pelajaran dan pelurusan berita bagi masyarakat," tegas Rachmat Syafe'i.

Sebelumnya diberitakan, Yuyun Ruhiyana seorang marbot (pengurus masjid) didi Masjid Istiqomah pameungpeuk Garut terpaksa harus berurusan dengan pihak penegak huhum lantaran memberi laporan palsu atas penganiayaan dirinya oleh lima orang tidak di kenal. Menurut Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto laporan palsu ini telah meresahkan masyarakat.

"Ada seorang yang mengaku telah dianiaya oleh lima orang. Padahal ini dilakukan sendiri dan hal ini telah meresahkan masyarakat dan akan kami proses, pelaku merupakan seorang marbot," jelas Agung, Kamis (1/3). (rian)

Berita terkait
0
Wiranto Ungkap Hubungan Khofifah dengan Gubernur Papua
Wiranto menjelaskan isi percakapan Khofifah dengan Gubernur Papua Lucas Enembe terkait penggerudukan yang berujung kericuhan di Manokwari.