UNTUK INDONESIA
Kami Perlu Pengangkut Sampah, Bantuan Makanan dan Baju Sudah Cukup
Beberapa warga tengah sibuk membersihkan sampah dan kayu yang berserakan di halaman rumah.
Sampah kayu berserakan di halaman rumah warga. (Foto: Tagar/R Antares P)

Labuan, (Tagar 8/1/2019) - Tsunami menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12) malam.

Sudah sepekan lewat bencana tsunami berlalu, masyarakat yang terdampak mulai membangun dan membersihkan kembali rumah mereka. Hal ini terlihat saat Tagar News menyambangi daerah Labuan, Pandeglang, Banten. 

Beberapa warga tengah sibuk membersihkan sampah dan kayu yang berserakan di halaman rumah. 

"Kami perlu tukang sampah, bantuan makanan dan baju sudah cukup," ujar salah satu warga di lokasi ketika melihat kehadiran Tagar News (6/1).

Tsunami Selat SundaSampah dan kayu berserakan akibat Tsunami Selat Sunda. (Foto: Tagar/R Antares P)

Berdasarkan pantauan Tagar News di lapangan, terlihat begitu banyak sampah berserakan. Sampah plastik terlihat mendominasi, setelah itu baru kayu-kayu menumpuk di setiap halaman rumah.

Hal ini sungguh mengkhawatirkan, resiko akan penyakit terbuka bebas. Karena kata bersih jauh terlihat di perkampungan yang berada di dekat pelelangan ikan di Labuan itu. 

"Sudah banyak bantuan yang datang ke sini, dan menumpuk di posko. Kami lebih perlu bantuan untuk membersihkan sampah-sampah sekarang ini," ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada Tagar News.

Sumbangan berbentuk baju bekas malah menjadi sampah baru, banyak berserakan di jalan-jalan. Para warga pun menggunakannya untuk alas tidur, walaupun ada sebagian yang menggunakan sumbangan pakaian. []

Berita terkait
0
Pengamat Sebut Kebijakan Susi Langgar Regulasi
Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo diminta tidak melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal karena melanggar banyak regulasi.