Jakarta - Lazio menelan kekalahan di kandang sendiri saat menjamu tim yang terdegradasi Chievo Verona di kompetisi Serie A Italia. Kekalahan tragis 1-2 di Stadion Olimpico, Sabtu, 20 April 2019, membuat Lazio terlempar dari zona degradasi. 

Kekalahan yang mengejutkan karena lawannya, Chievo, menduduki dasar klasemen. Bahkan musim depan, Chievo sudah berkompetisi di Serie B. Pasalnya Chievo yang hanya memiliki 14 poin sudah tidak mungkin lagi keluar dari zona merah. 

Sebaliknya, Lazio harus turun posisi. Padahal I Biancocelesti hanya butuh tiga poin untuk masuk ke zona Liga Champions. Kekalahan mengejutkan ini menjadikan Lazio turun ke peringkat delapan dengan poin 52. Akibatnya, mereka harus bekerja ekstrakeras bila ingin kembali ke papan atas.

Di pertandingan itu, Lazio harus kehilangan pemainnya, Sergej Milinkovic-Savic yang melakukan pelanggaran keras terhadap Mariusz Stepinski. Tak hanya itu, dia juga menendang striker Chievo itu. Akibatnya, dia langsung dikartu merah di menit 34. 

Bermain dengan 10 orang sejak babak pertama memang menyulitkan Lazio. Pertahanan mereka akhirnya bisa ditembus Chievo saat Emanuel Vignato mencetak gol di menit 49. Hanya berselang dua menit, tim tamu memantapkan keunggulannya melalui Perparim Hetemaj. 

Tuan rumah hanya bisa memperkecil kekalahannya saat Felipe Caicedo mencetak gol di menit 67. Skor 2-1 untuk Chievo bertahan sampai akhir pertandingan. 

Pelatih Lazio Simone Inzaghi menyalahkan jadwal pertandingan yang padat menjadikan timnya menuai hasil buruk. Pekan lalu, Lazio dikalahkan AC Milan 0-1 melalui pertandingan yang penuh emosional. Hanya berselang empat hari, Rabu, 17 April 2019, mereka mengalahkan Udinese 2-0. Ini merupakan laga tunda yang digelar di pertengahan pekan. Terakhir, Lazio menghadapi Chievo yang berakhir dengan kekalahan.

Usai melawan Chievo, tim dari ibukota ini kembali bertemu Milan di semifinal pertama Piala Italia. Laga itu digelar di pertengahan pekan, Rabu 24 April 2019, di kandang Milan di San Siro.  

"Jadwal pertandingannya memang tidak mudah bagi kami. Apalagi, kami juga harus mempersiapkan diri di pertandingan Piala Italia di pertengahan pekan ini. Usai Piala Italia kami juga harus fokus ke liga," kata Inzaghi.

Sang pelatih juga menyalahkan suporter garis keras (ultras) yang melakukan serangan terhadap tim. Diakuinya, tekanan dari suporter ultras mempengaruhi performa tim. 

"Suporter kami selalu menjadi salah satu penyebab. Ada serangan dari suporter ultras karena beberapa alasan. Saya sendiri tidak tahu apa alasannya. Meski demikian, kami harus tenang. Laga semifinal Piala Italia akan membantu kami membuka halaman baru," ujarnya. []

Baca juga:

Milan Taklukkan Lazio, Duel Diakhiri Keributan

Inter Milan Rebut Tiket Liga Champions Setelah Kalahkan Lazio