Palu, (Tagar 7/10/2018) - Anak-anak korban bencana di Desa Jonojindi dan Jonooge, Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan trauma healing (pemulihan pasca trauma) yang digelar tim Emergency Disaster Bala Keselamatan, Sabtu (6/10).

Trauma Healing atau pemulihan pasca trauma ini dibimbing langsung oleh psikolog anak, Dr Seto Mulyadi, atau yang lebih populer kak Seto.

“Hari ini kami mengunjungi empat titik pengungsian. Anak-anak kami ajak bernyanyi, mendengarkan dongeng, serta yel-yel gembira, sehingga mereka boleh melepas emosi secara positif,” ujar Kak Seto.

Kak Seto salut dan apresiasi melihat ketegaran anak-anak korban bencana walau ada yang kehilangan orang tua maupun sanak saudara yang tertimpa gempa bumi, tsunami, maupun likuifaksi.

Kak Seto berharap pemerintah pusat dan tim penanggulangan bencana dapat membantu pemulihan anak-anak secara berkelanjutan, agar trauma pasca gempa tidak terngiang di benak mereka.

“Jangan lupakan anak-anak. Mereka ibarat patung lilin yang mudah luntur dan penyok, tapi lebih cepat diperbaiki dibanding para orang tua,” ujar Kak Seto. []