Jumlah Pengangguran Naik Menjadi 9,7 Juta Akibat Pandemi

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat signifikan pada perekonomian dan pada akhirnya berimbas pada sektor ketenagakerjaan.
Ilustrasi.“Pandemi yang terjadi selama ini menyebabkan kenaikan jumlah penganggur menjadi 9,7 juta orang (Foto: Istimewa)

Jakarta - Pandemi Covid-19  membawa dampak yang sangat signifikan pada perekonomian dan pada akhirnya berimbas pada sektor ketenagakerjaan. “Pandemi yang terjadi selama ini menyebabkan kenaikan jumlah penganggur menjadi 9,7 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen di Indonesia,”kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Menteri Ida menyebutkan, ada 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19. Dari angka itu, pengangguran karena Covid-19 sebesar 2,56 juta orang, bukan angkatan kerja karena Covid-19 sebesar 0,76 juta orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebesar 1,77 juta orang, dan yang bekerja dengan mengalami pengurangan jam kerja sebanyak 24,03 juta orang.

Menurutnya, adanya pandemi ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor ketenagakerjaan di Indonesia. “Selain dari tantangan yang masih tetap ada, yaitu sekitar 57 persen lebih penduduk bekerja memiliki pendidikan SMP ke bawah dan skill terbatas dan masih tingginya persentase pekerja yang ada di sektor informal,” tutur Ida.

Ia menambahkan,  selain berdampak pada perubahan angka statistik ketenagakerjaan, pandemi Covid-19 juga mempercepat proses transformasi ketenagakerjaan yang sudah berlangsung akibat revolusi Industri 4.0. Pandemi tidak hanya membuat industri menerapkan work from home (WFH), tetapi juga mengubah pola konsumsi masyarakat secara luas.

Ida  juga mengatakan, pandemi menuntut masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan segala perubahan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang merupakan inti dari revolusi industri 4.0. Teknologi membuat pekerjaan menjadi sangat fleksibel baik secara waktu maupun tempat, sehingga pekerjaan tidak lagi harus dikerjakan dari kantor dengan jam kerja yang monoton. 

Pandemi membentuk tatanan kehidupan dan dunia kerja baru. “Ini merupakan dampak dari pandemi yang juga harus diantisipasi agar kita tidak tertinggal dan salah mengambil langkah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat saat ini,” ucapnya.

Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan pandemi ini, kata Menaker Ida, diperlukan kebijakan yang tepat untuk menanggulangi dampak dari pandemi ini di sektor ketenagakerjaan. “Selain untuk melindungi dan mengembalikan kesejahteraan pekerja dan masyarakat yang terdampak pandemi, kita juga harus mempersiapkan SDM pekerja sebaik mungkin, meningkatkan kompetensinya, melalui pelatihan vokasi yang tepat, agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pasca pandemi,” katanya.

Perubahan dan perbaikan juga harus dilakukan pada ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan baik pada proses penempatan tenaga kerja, pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan. Dengan begitu dapat menjawab tantangan yang muncul di sektor ketenagakerjaan selama dan pasca pandemi. []


Berita terkait
Sri Mulyani: Pemerintah Fokus Kurangi Pengangguran
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan fokus mengurangi angka pengangguran untuk dorong pertumbuhan ekonomi dari jurang resesi.
Kemnaker Salurkan Bantuan Subsidi Termin Kedua
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Kementerian Desa (Kemendesa) menangani dampak Covid-19 di masa pandemi
Kemnaker Rilis Portal Resmi RPP UU Cipta Kerja, Cek Linknya
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah merilis turunan atau rancangan peraturan pelaksana (RPP) UU Cipta Kerja.
0
Deklarasi Partai Prima, Tawarkan Sejumlah Program Kerja
Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) menawarkan sejumlah program kerja reformasi saat resmi dideklarasikan menjadi partai baru Selasa, 1 Mei 2021.