Jumlah Kasus Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus 200 Juta

Pertambahan kasus Covid-19 secara global terus terjadi yang akhirnya menghasilkan jumlah yang besar yaitu tembus angka 200 juta yakni 200.149.317
Masker dibuang di depan Gedung Opera Lama di Frankfurt, Jerman, seperti dalam filer Selasa, 13 Juli 2021 (Foto: apnews.com - AP/Michael Probst, File)

Oleh Syaiful W. Harahap*

Laju vaksinasi Covid-19 yang terus bergulir di banyak negara diwarnai pula dengan pertambahan kasus yang besar pula. Laporan situs independen, worldometers, tanggal 4 Agustus 2021, pukul 04.19 WIB. jumlah konfirmasi positif kasus Covid-19 di seluruh dunia tembus 200 juta yaitu 200.149.317 dengan kematian 4.256.993.

Negara-negara penyumbang kasus Covid-19 terbanyak, yaitu:

Di atas 30 juta:

  • Amerika Serikat 36.009.711
  • India 31.767.965

Di atas 10 juta:

  • Brasil 19.985.817

Jumlah 6.000.000-an:

  • Rusia 6.334.195
  • Prancis 6.178.632

Jumlah 5.000.000-an:

  • Inggris 5.923.820
  • Turki 5.795.665

Jumlah 4.000.000-an:

  • Argentina 4.947.030
  • Kolombia 4.801.050
  • Spanyol 4.523.310
  • Italia 4.363.374

Jumlah 3.000.000-an:

  • Iran 3.979.727
  • Jerman 3.782.326
  • Indonesia 3.496.700

Jumlah 2.000.000-an:

  • Polandia 2.883.284
  • Meksiko 2.861.498
  • Afrika Selatan 2.470.746
  • Ukranina 2.254.361
  • Peru 2.114.445

Jumlah 1.000.000-an: Belanda, Ceko, Irak, Chile, Filipina, Kanada, Bangladesh, Malaysia, Belgia, Swedia, Rumania, dan Pakistan.

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 berdasarkan wilayah, yaitu:

  • Eropa 51.830.915
  • Amerika Utara 36.009.711
  • Asia 31.767.965
  • Amerika Selatan 19.985.817
  • Afrika 2.470.746
  • Australia dan Oseania 109.311

Salah satu pemicu jumlah kasus baru belakangan ini adalah virus corona varian Delta, pertama kali terdeteksi di India, yang disebut sangat mudah menular. Bahkan, lebih mudah menular dari pada penyakit cacar. Paling tidak lebih dari 124 tempat di dunia sudah terdeteksi virus corona varian Delta.

Pemicu lain adalah perilaku sebagian warga dunia yang mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), di Indonesia dikenal dengan istilah 3M yaitu selalu pakai masker, menjaga jarak fisik, dan sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Prokes ini bisa kita sebut sebagai ‘vaksin sosial’.

Upaya lockdown atau pembatasan juga menghadapi kendala di banyak negara karena diprotes sebagian warga dengan berbagai macam alasan. Celakanya, mereka justru tidak percaya ada Covid-19. Mereka menyebut Covid-19 sebagai hoaks.

Yang jadi masalah ketika mereka tertular Covid-19 mereka jadi mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat, terutama di klaster keluarga.

reploka botol vaksin di indiaSeorang relawan mengendarai sepeda motor di sepanjang jalan dengan tiruan botol vaksin Covishield dan Covaxin di bagian belakang skuternya, selama kampanye kesadaran vaksinasi Covid-19, di Chennai, India (Foto: voaindonesia.com/AFP)

Hal yang sama terjadi terhadap vaksin Covid-19. Banyak warga dunia yang menolak juga dengan 1001 macam alasan. Fakta di Amerika Serikat (AS) menunjukkn 85% kasus baru Covid-19 terdeteksi pada warga yang belum divaksin.

Selain karena isu kepercayaan, terutama pada sekte-sekte agama, di AS justru penolakan terjadi dengan pijakan politis yaitu pendukung mantan Presiden Donald Trump dan simpatisan Parta Republik tidak percaya ada Covid-19 dan menolak vaksinasi Covid-19.

Kondisi pendemi Covid-19 global kian runyam karena vaksinasi tidak merata sehingga kekebalan komunal (herd immunity) tidak tercapai. Ini tentu saja kondisi yang menyuburkan penyebaran Covid-19, terutama varian Delta yang sangat mudah menular.

Ketika Prokes sebagai ‘vaksin sosial’ diabaikan dan vaksinasi Covid-19 tidak merata, maka entah kapan kita bisa lepas dari pandemi Covid-19. []

*Syaiful W. Harahap, Redaktur di tagar.id

Berita terkait
Infeksi Covid-19 Dunia Meningkat 80% Dalam Empat Minggu Terakhir
WHO memperingatkan bahwa virus corona varian Delta telah menyebar luas dan dianggap sebagai seruan percepat vaksinasi
WHO: China Miliki Tanggung Jawab pada Pasien Covid di Dunia
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan China berhutang tanggung jawab kepada pasien Covid-19 di seluruh penjuru dunia.
Serangan Virus Covid-19 dan Hepatitis Menyebar di Seluruh Dunia
Penyebaran virus hepatitis juga jadi ancaman serius di tengah pandemi. Ibarat "double strike", dua serangan virus sekaligus: hepatitis dan Covid-19
0
Jumlah Kasus Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus 200 Juta
Pertambahan kasus Covid-19 secara global terus terjadi yang akhirnya menghasilkan jumlah yang besar yaitu tembus angka 200 juta yakni 200.149.317