Bukittinggi, (Tagar 2/8/2018) – Presiden Joko Widodo usai pengecekan sarana infrastruktur kota dengan berjalan kaki pada Kamis sore di sekitar Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, Jakarta mengatakan persiapan infrastruktur kota hampir selesai.

"Iya ini 'ngecek' persiapan terutama infrastruktur kota, fasilitas-fasilitas pejalan kaki, kemudian yang berkaitan dengan kebersihan kota dan juga venue-venue yang ada di GBK," kata Presiden ditemui di trotoar depan Hotel Pullman, Jakarta.

Jokowi memeriksa kesiapan sarana dan prasarana kota antara lain trotoar, penyeberangan sistem Pelican, serta hiasan Asian Games 2018 di Bundaran Hotel Indonesia.

Menurut Presiden, seluruh persiapan infrastruktur untuk Asian Games mendekati rampung.
"Kita melihat ya hampir semuanya sudah dikatakan selesai," ujar Jokowi.

Presiden mengatakan jika ada perbaikan infrastruktur yang belum selesai sebelum Asian Games berlangsung maka akan dilanjutkan setelah perhelatan olahraga se-Asia itu.

Selain kesiapan arena olahraga, Presiden pun akan mengecek kesiapan para atlet yang akan turut dalam kompetisi.

"Persiapan atlet ini, nanti mulai besok saya mau cek untuk persiapan atletnya. Moga-moga semua atlet siap untuk tanding di tanggal 18," ujar Presiden.

Indonesia menargetkan masuk di peringkat 10 besar dalam kompetisi Asian Games.

Kepala Negara juga berencana meresmikan sejumlah arena olahraga yang akan digunakan untuk Asian Games pada pekan ini.

Presiden meninjau sarana dan prasarana bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Masuk Lobang Jepang

Sementara itu, artis Indonesia Olivia Zalianty mengatakan terpikat pada pesona Lobang Jepang yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, saat dipercayakan membawa Obor Asian Games 2018 untuk melewati objek wisata bersejarah tersebut.

"Ini adalah kali pertama saya masuk ke dalam Lobang Jepang dan pada kesempatan ini saya dipercayakan untuk membawa obor," kata Olivia Zalianty di Bukittinggi, Kamis (2/8).

Dia menyebutkan, hal ini menjadi terasa begitu berkesan karena obor tersebut sudah melewati beberapa negara dan pulau yang ada di Tanah Air.

Menurut dia, sebelum sampai ke Sumbar obor tersebut sudah melewati India serta pulau-pulau yang ada di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Papua, Sulawesi, Kalimantan dan saat ini Sumatera.
"Dan kini saya dipercaya membawa obor Asian Games tersebut pada salah satu tempat bersejarah yang ada di Bukittinggi," ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, sebelum di Bukittinggi ia juga dipercaya untuk membawa obor tersebut untuk melintasi Danau Toba di Sumatera Utara.

Olivia Zalianty di Danau TobaArtis Olivia Zalianty memegang obor Asian Games 2018 dengan latar belakang Danau Toba, di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (1/8). Pawai obor Asian Games 2018 mengelilingi sejumlah kawasan di Danau Toba. (Foto: Ant/Lazuardy Fahmi)

Pada kesempatan tersebut ia juga disambut dengan antusias oleh masyarakat dan dilempari dengan beras sebagai ucapan selamat datang dengan diiringi teriakan 'horas' khas masyarakat Batak.

"Akan tetapi di Bukittinggi saya harus melewati lorong yang gelap dan panjang, lalu saat ke luar dari Lobang Jepang masyarakat juga menyambut dengan antusias, momen ini sangat spesial bagi saya," ucapnya.

Selain Olivia Zalianty, kirab obor Asian Games 2018 di Kota Bukittinggi juga diikuti oleh beberapa figur lain, seperti Doni Kusuma serta mantan petinju Indonesia , Chris Jhon.

Adapun Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan pada kirab obor kali ini terdapat beberapa lokasi bersejarah di Kota Bukittinggi yang dilalui.

Dari beberapa lokasi tersebut di antaranya adalah Lobang Jepang yang merupakan lubang pertahanan pasukan Jepang masa Perang Dunia II.

Obor Asian Games 2018 tiba di Kota Bukittinggi, Kamis dan diarak keliling kota sepanjang sepuluh kilometer dan salah satunya memasuki Lobang Jepang.

Lobang Jepang yang oleh warga setempat disebut Lubang Japang, adalah atraksi wisata sejarah karena merupakan peninggalan pasukan kolonial Jepang.

Setelah upacara penyerahan obor Asian Games dari Menristek Dikti Muhammad Nasir ke Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di depan SMA Negeri 2 Bukittinggi, iring-iringan pun bergerak ke Lobang Jepang yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari garis start.

Api Obor Asian Games 2018Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) mendampingi Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias (kedua kiri) memegang api obor Asian Games 2018 bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Polisi Fakhrizal (kedua kanan) dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (kanan), saat tiba di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (2/8). Bukittinggi menjadi kota ke-18 yang disinggahi api obor Asian Games 2018. (Foto: Ant/Muhammad Arif Pribadi)

Artis Olivia Zalianti yang dipercaya membawa obor memasuki Lobang Jepang sepanjang 1,4 km dan berada di kawasan wisata Panorama di pinggir Ngarai Sianok.

Selain Olivia, pembawa obor lainnya adalah Doni Kusuma, artis yang mantan atlet nasional sofbol dan pernah berjasa menyumbang emas di SEA Games 1997 Jakarta.

Lobang Jepang merupakan sebuah terowongan atau bunker sebagai tempat penyimpanan pembekalan dan peralatan perang tentara Jepang, dengan terowongan yang berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar dua meter.

Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata.

Pada kirab obor Asian Games tersebut, terdapat sekitar 21 titik yang dilintasi di sekitar kota yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu.

Selain Lobang Jepang, titik lainnya di antaranya adalah Tugu Imam Bonjol, Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang, Rumah Kelahiran Bung Hatta, Patung Pahlawan Tak Dikenal dan berakhir di Istana Bung Hatta.

Di setiap titik yang dilalui itu dimeriahkan oleh siswa sekolah dengan kesenian daerah.
Usai kirab, obor akan diinapkan di Istana Bung Hatta, pusat Kota Bukittinggi, hanya beberapa puluh meter dari Jam Gadang.

Selanjutnya, obor Asian Games akan diterbangkan dari bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke Jambi, Jumat (3/8).

Antusias

Masyarakat Kota Bukittinggi antusias dan memadati sepanjang Jalan Sudirman saat menyambut kedatangan Api Asian Games 2018 di daerah tersebut.

Jeri Juliandi di PekanbaruPelari Jeri Juliandi (tengah) membawa obor Asian Games 2018 di Jalan Sudirman Pekanbaru, Riau, Kamis (2/8). Obor Asian Games 2018 diarak keliling Kota Pekanbaru sebelum dibawa menuju ke Bukittinggi, Sumatera Barat. (Foto: Ant/Rony Muharrman)

Salah seorang masyarakat, Ernita Rianti di Bukittinggi, Kamis, mengatakan kesempatan untuk menyaksikan kirab obor ini sangat langka, oleh karenanya ia sengaja datang langsung untuk menyaksikan.

"Ini adalah momen langka, setelah ini kita tidak tahu kapan dapat menyaksikan Api Asian Games secara langsung," kata Ernita Rianti.

Dia menyebutkan, sebagai masyarakat Bukittinggi ia merasa bangga karena daerah kelahirannya tersebut menjadi salah satu kota yang disinggahi oleh Api Asian Games.

Senada, masyarakat lainnya, Yunita (25) mengatakan kesempatan untuk menyaksikan langsung kirab api obor ini merupakan kesempatan langka yang sayang jika harus dilewatkan.

Menurut dia, dari sekian banyak kabupaten/kota yang ada di Sumbar, beruntung Bukittinggi yang terpilih sebagai tempat pelaksanaan kirab tersebut.

"Sangat disayangkan rasanya jika tidak hadir langsung, sebab Api Asean Games hanya mengunjungi Kota Bukittinggi untuk daerah Sumbar," ujarnya.

Selain itu pihak pemerintah setempat juga telah mengarahkan para siswa untuk beramai-ramai ikut memeriahkan kirab obor Asian Games 2018 di daerah tersebut.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Erwin Umar mengatakan siswa-siswa dari jenjang SD hingga SMA juga mengisi sepanjang ruas Jalan Sudirman membawa bendera peserta Asian Games berukuran kecil.

"Ada 20 titik yang akan dilalui dan di setiap titik itu kami sudah menunjuk sekolah yang akan berpartisipasi meramaikan," ucapnya. [o]