Jakarta, (Tagar 8/11/2018) - Presiden Joko Widodo sedang berusaha membawa Indonesia hijrah dari ketertinggalan ke kemajuan. Berbagai program kerja telah terlaksana, demi Indonesia maju di masa depan.

Dalam usahanya tersebut, Presiden tetap membutuhkan para pendukungnya untuk menyampaikan capaian kerja pemerintah.

"Misi mulia tidak akan bisa dilaksanakan maksimal tanpa dukungan suara maksimal," ujar Jokowi di hadapan calon anggota legislatif Partai Hanura, di Hotel Discovery & Convention, Rabu malam (7/11).

Untuk menyampaikannya, kemudian mendapat suara rakyat, calon presiden nomor urut satu (01) ini menilai tak bisa dipercayakan pada media massa dan media sosial saja. Menurut Jokowi, meski ada yang mempercayai pemberitaan, ada pula yang jauh tidak mempercayainya.

"Jadi jangan sampai silau oleh berita, harus ingat rakyat itu heterogen," ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya, komunikasi tatap muka yakni dengan metode door to door lebih efektif. "Yang lebih penting Bapak itu bisa dari pintu ke pintu, door to door, menjelaskan apa yang telah dikerjakan. Komunikasi tatap muka itu penting," tuturnya.

Bukan sembarang berbicara, lanjutnya, cara door to door merupakan cara kampanye yang dipakainya saat maju untuk kedua kali menjadi Wali Kota Solo.

Awalnya, ia tak mempraktikkannya saat pertama kali pemilihan Wali Kota Solo. Dengan modal tidak ada yang mengenalnya, ia mendapatkan perolehan suara sebesar 37 persen.

"Pilkada dapat 37 persen, hanya 37 persen tapi yang penting menang," tuturnya.

Saat menjadi Wali Kota Solo, ia lantas membuat program Kartu Sehat, Kartu Pintar, juga memperbaiki jalan dan pasar di Solo. Bermodalkan programnya untuk rakyat Solo, kemudian untuk kedua kalinya ia maju menjadi Wali Kota Solo.

Kali ini, ia mencoba cara door to door menyampaikan programnya menjadi Wali Kota Solo sambil menyalami sebelum pulang dari rumah masyarakat yang dikunjunginya.

"Saya ndak keluar apa-apa. Yang saya lakukan hanya dari pintu ke pintu menerangkan bahwa kita sudah mengerjakan kartu sehat, kartu pintar, jalan, dan pasar," terang dia.

"Sampai sekarang saya tahu, waktu nyalami itu dukung atau tidak. Saya ngerti betul. Kalau saya ragu, besok saya balik lagi," sambung Jokowi.

Meskipun diakuinya melelahkan, karena saat itu dia harus bolak-balik ke rumah warga, hasil Pilkada berikutnya tak mengecewakan. Jokowi mendapatkan 91 persen suara rakyat Solo.

Cara seperti itu penting menurutnya, untuk menunjukkan kemampuan selama ini kepada rakyat.

"Itulah pentingnya door to door. Oleh karena itu, kita gunakan pendekatan pintu ke pintu untuk mendapatkan hati rakyat," jelasnya. []