Jakarta, (Tagar 9/1/2019) - Presiden Joko Widodo mengunjungi penjual nasi uduk di Lapangan Bola Persima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Rabu (9/1), sekitar pukul 10.35 WIB, Jokowi melangkah di tengah hujan dan jalanan becek.

Jokowi menghampiri penjual nasi uduk bernama Sutinah. Beratap terpal biru.  Di antara nasi uduk, bihun goreng, potongan telur dadar, timun dan bawang goreng yang menghiasi meja dagangan Sutinah, Jokowi berbincang-bincang.

Sutinah bilang kepada Jokowi, modal untuk usahanya masih kurang. Keuntungannya menjual nasi uduk yang bisa didapatnya per hari rata-rata Rp 100 ribu tidak cukup demi perkembangan usahanya.

Namun, Sutinah mengaku beruntung. Dia mendapat kucuran modal dana segar sebesar Rp 2 juta dari program era Jokowi bernama Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Jokowi pun menjawab. "Jadi yang mendapat 'kan' per kelompok, dapatlah buat modal 'muter' (usaha)," katanya.

Jokowi kembali merespons, Program Mekaar yang menyasar ekonomi kecil itu akan berlanjut.

Kedatangan Jokowi di Jakbar itu merupakan tinjauan terhadap nasabah Program Mekaar yang dibina Permodalan Nasional Madani (PNM). Sebelumnya Jokowi lebih dahulu meninjau nasabah Program Mekaar di Bogor dan sempat berdiskusi dengan masyarakat mengenai kemampuan mengangsur modal.

"Yang kami harapkan betul-betul bisa menaikkan usaha ibu-ibu semua. Jangan sudah dibantu Rp 2 juta, Rp 3 juta, usahanya tetap saja," kata Jokowi di Lapangan Bola Persima, Tambora, Jakbar.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap kepada sejumlah ibu-ibu nasabah Mekaar dapat mengembangkan usaha.

Dia menambahkan pemerintah akan terus memeriksa perkembangan usaha nasabah Mekaar. "Kami ingin ini jadi usaha mikro yang meningkat lebih atas lagi," tandas Jokowi.

Disitat Antara dalam keterangannya di laman www.PNM.co.id, Mekaar adalah program layanan yang dibentuk pada 2015 bagi wanita pra-sejahtera yang tidak memiliki modal untuk membuka usaha maupun modal untuk pengembangan usaha.

Pemberian modal melalui Mekaar diberikan berbasis kelompok wanita pra-sejahtera untuk membuka maupun mengembangkan usaha. Tujuan dari program itu adalah membantu wanita pra-sejahtera untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.