Jakarta, (Tagar 8/11/2018) - Calon presiden nomor urut satu (01) Joko Widodo memaparkan hasil kerjanya selama empat tahun memimpin Indonesia di hadapan calon legislatif Partai Hanura. Menurutnya, semua program kerja yang telah diusahakannya, karena keinginannya untuk membawa Indonesia hijrah dari segala masalah.

"Intinya kita berusaha sekuat tenaga untuk membawa Indonesia hijrah, dari ketertinggalan ke kemajuan. Hijrah dari masih adanya kemiskinan ke kesejahteraan, hijrah dari ketimpangan menuju keadilan ekonomi," jelasnya di hadapan peserta Pembekalan Calon Anggota Legislatif Partai Hanura, di Hotel Discovery & Convention, Ancol, Jakarta Utara, Rabu malam (7/11).

Jokowi menjelaskan satu per satu capaian program yang direncanakan sebagai Presiden RI. Dari mulai program BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar, dan Program Keluarga Harapan. Dengan harapan dapat disampaikan oleh para caleg Partai Hanura kepada masyarakat.

"Supaya ini disampaikan saat bertemu rakyat. Kartu yang kita berikan sudah banyak sekali," ujarnya.

Sedangkan untuk dana desa totalnya untuk tahun ini mencapai RP 187 triliun, dengan rincian tahun 2015 sebesar Rp 20 triliun, 2016 naik menjadi Rp 47 triliun, 2017 Rp 60 triliun, 2018 Rp 60 triliun dan tahun 2019 akan naik menjadi Rp 70 triliun.

"Ini tolong juga kalau pas bertemu rakyat, ini diingatkan. Betapa anggaran yang tergelontorkan ke daerah utama ke desa-desa itu sudah Rp 187 triliun sampai 2018," jelas Jokowi.

Apalagi, berkaitan dengan infrastuktur. Menurutnya, nominal untuk membuat kemajuan dalam infrastruktur sudah tak bisa dihitung. Dari mulai membangun waduk, bendungan, jalan, bahkan Mass Rapid Transit (MRT) yang sudah direncanakan puluhan tahun akan terwujud bulan Maret 2019 mendatang.

"Kemudian, untuk infratruktur besar sekali jumlahnya saya tidak bisa ngitung," ucap Jokowi.

Semua program kerja yang dilaksanakan secara masif tidak lain adalah sebuah proses hijrah. Proses hijrah Indonesia, yang sudah semestinya dilalui untuk kemajuan di masa yang akan datang.

"Hijrah perlu proses, Indonesia maju ada prosesnya, ada tahapan-tahapan besarnya," tukas dia. []