Jeritan Penjual Pisang Epe Pantai Losari Ditutup Tahun Baru

Penutupan Anjungan Pantai Losari Makassar dalam perayaan pergantian tahun, membawa duka bagi banyak penjual Pisang Epe.
Deretan gerobak penjual Pisang Epe di Anjungan Pantai Losari, tanpa pembeli. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Penutupan Anjungan Pantai Losari Makassar dalam perayaan pergantian tahun, menjadi duka dan musibah bagi penjual Pisang Epe. Mereka sudah mengeluarkan banyak modal tapi tak satupun dagangan terjual.

Diketahui Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan surat edaran terkait penutupan Pantai Losari dan pelarangan perayaan tahun baru. Parahnya lagi, akses jalur menuju Pantai Losari, ikut ditutup, Kamis 31 Desember 2020 sore, hingga Jumat 1 Januari 2020 dini hari.

Sejak sore jualan, tak ada satupun terjual. Padahal sudah beli banyak pisang. Rusak semua pisang ini.

Kebijakan pemerintah ini ternyata musibah bagi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Anjungan Pantai Losari itu. Biasanya mereka mampu meraup untung banyak di momen pergantian tahun, malah kali ini merugi.  Wajah para pengais rupiah tampak memelas, saat letupan kembang api menghiasi langit Kota Makassar, Sulsel.

Seorang penjual Pisang Epe, Daeng Nengsi, 28 tahun mengatakan, pergantian tahun kali ini adalah musibah baginya. Bukan tanpa alasan, karena telah mengeluarkan modal banyak untuk dagangannya, malah tak ada satupun terjual. Ini semua karena Pantai Losari ditutup oleh pemerintah.

"Modalku sekitar Rp 800 ribu, ambil modal banyak karena tahun baru. Biasanya kan, banyak orang seperti tahun sebelumnya. Tapi ternyata ditutup, jadi dagangan juga tidak ada yang beli," kata Nengsi saat ditemui Tagar, Jumat 1 Januari 2021, dini hari tadi.

Nengsi mengaku mulai berjualan sejak sore, Kamis 31 Desember 2020. Sebelum berjualan di sekitar di Pantai Losari, emak-emak ini sudah mendapatkan intimidasi dari petugas. Ia sempat diusir dan dilarang berjualan. Alasannya karena Pantai Losari ditutup untuk umum.

"Saya kan dari dulu, jualan di dalam. Tapi, ini sudah dilarang petugas. Jadi saya geser ke luar dengan harapan agar ada rejeki di pergantian tahun ini. Tapi ternyata, tidak ada juga. Sejak sore jualan, tak ada satupun terjual. Padahal sudah beli banyak pisang. Rusak semua pisang ini," ucapnya.

Di momen pergantian tahun sebelumnya kata Nengsi, ia dan PKL lainnya meraup untung banyak. Bahkan sampai Rp 1 juta, dan bahkan tiga kali lipat dari hari-hari sebelumnya. Tapi kali ini, harapan tersebut sirna. Untung yang diharap, malah buntung dirasa.

Musibah di akhir dan di awal tahun bukan hanya Nengsi yang rasakan. Tapi, pedangan asongan dan penjual bakso bakar pun ikut menjerit. Mereka menangis. Dagangannya tak ada yang laku.

"Baru kodong saya dua tusuk baksoku yang laku. Padahalnya banyaknya kubeli, busuk semua ini. Mana lagi modalnya, uang ku pinjam kodong," ucap Daeng Suba, 50 tahun, saat wawancara secara terpisah di kawasan Pantai Losari.

Sepinya pembeli itu merupakan buntut dari penutupan kawasan Anjungan Pantai Losari. Pemerintah dan petugas melarang warga merayakan tahun baru di Anjungan Pantai Losari.

Bahkan, hanya melintas pun ikut dilarang. Pantai Losari betul-betul disterilkan dari pengunjung. Sehingga, icon Makassar ini bak kota mati di pergantian tahun. []

Berita terkait
Malam Tahun Baru di Makassar Sepi
Menyambut tahun baru 2021 di Kota Makassar, Sulsel, tak seperti biasanya. Kali ini sepi.
ASN di Makassar Rentalkan Mobil Berujung Penjara
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Makassar, Sulsel, inisial J, 50 tahun, terpaksa berurusan dengan hukum. Ini kasusnya
Peneror Bom Masjid di Makassar Dicurigai Gangguan Jiwa
Polisi menangkap pelaku peneror bom di salah satu masjid di Kota makassar, polisi pun menduga pelaku mengalami gangguan jiwa
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.