Jakarta, (Tagar 9/11/2018) - Gabriella Sayers (30) putri dari istri pertama Petrus Rudolf Sayers (58) korban Lion Air JT 610, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan keluarganya saat berhubungan dengan Lion Air. 

Sebelumnya, pascakematian Petrus Rudolf Sayers bersama jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karang, Senin (29/10) terungkap bahwa Petrus memiliki lima istri. 

Gabriella mengatakan ibunya, Yuke Meiske Pelealu, merasakan kejanggalan saat meminta informasi pada Lion Air, keluarganya menilai Lion Air kurang transparan.

Baca juga: Jenazah Korban Lion Air Tak Bisa Dikubur Karena Diperebutkan 5 Istri

Gabriella SayersGabriella Sayers putri dari istri pertama Petrus Rudolf Sayers (58) korban Lion Air JT 610, di Rumah Duka RS Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018). (Foto: Tagar/Rommy Yudhistira)

"Kami pihak keluarga ingin mengetahui kabar terbaru terkait korban, justru kami mendapat berita dari televisi. Saat kami berusaha menghubungi call center Lion Air, mereka hanya berkata, 'Tunggu informasi dari polisi dulu'. Apa hubungannya itu sama polisi? Kami  sebagai pihak korban meminta tanggung jawab Lion Air," ujar Gabriella dengan nada kesal pada Tagar News di Rumah Duka RS Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (8/11).

Ia menambahkan, saat keluarga menghubungi pihak Lion Air, mereka berjanji akan mendatangi keluarga di Rumah Duka, buktinya sampai sekarang pun mereka tak kunjung merespon keluarga pihak istri pertama.

Saat penyerahan peti jenazah, kata Gabriella, keluarganya belum memegang surat kematian ayahnya. Pihak keluarga istri pertama belum melihat isi dari surat kematian Petrus. Pasalnya jenazah masih diperebutkan antara dua kubu, pihak istri pertama dan pihak istri kedua sampai kelima menjadi satu kubu. Masalah tersebut masih ditangani pihak Lion Air.

"Dan yang menjadi kebingungan kami adalah peti jenazah diserahkan kepada pihak istri kedua sampai kelima. Sementara yang memberikan dokumen korban dan sampel DNA-nya adalah anak korban dari pihak istri pertama," tutur Gabriella. []