UNTUK INDONESIA
Iqro My Universe, Dedikasi untuk Astronot Indonesia
Iqro My Universe salah satu film terbaru karya anak bangsa, penuh edukatif, memadukan dakwah dan ilmu pengetahuan.
Produser film, Budiyati Abiyoga (kiri) dan bintang film Cok Simbara saat ngobrol santai tentang film Iqro My Uviberse, dengan awak media di Yogyakarta (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - "Iqro My Universe" salah satu film terbaru karya anak bangsa. Film yang penuh edukatif, memadukan dakwah dan ilmu pengetahuan.

Film ini merupakan sekuel film iqro sebelumnya, "Petualangan Meraih Bintang". Diprediksi sekuel ke dua yang mengambil tiga lokasi syuting; Jakarta, Bogor dan Inggris ini lebih sukses.

Produser film, Budiyati Abiyoga mengatakan, film Iqro My Universe kental dengan dakwah dan ilmu pengetahuan.

"Meski film dakwah tapi tidak dirilis saat Ramadan. Ini bagian dari strategi pemasaran," katanya di Yogyakarta, Selasa 16 Juli 2019.

Menurut dia, saat Ramadan justru bioskop sepi penonton film. Masyarakat fokus beribadah. "Nah, kita merilis usai Lebaran, saat bioskop kembali ramai," ungkapnya.

Film Iqro My Universe ini dibintangi Asiha Nurra Datau yang memerankan Aqilla, Cok Simbara (Opa Wibowo) dan Maudy Koesnadi (Tsurayya). Film ini didedikasikan untuk astronot perempuan pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono.

Menurut Abiyoga, film ini lebih banyak bercerita tentang mimpi dan cita-cita seorang anak perempuan bernama Aqilla (Nurra). Dalam film ini, Aqilla mengidolakan Opanya (Cok Simbara) yang merupakan astronot.

Aqilla punya minat besar dalam hal angkasa luar. Dia bersaing dengan June, teman sekolahnya, seorang murid pindahan dari lnggris. June juga memiliki minat yang sama.

Ke duanya akhirnya berkompetisi membuat Vlog (video blog) tentang orang-orang yang berjasa di dunia ilmu pengetahuan khususnya angkasa luar. Hadiahnya berkunjung ke Pusat Pelatihan Astronot di Inggris.

Seorang penonton bilang, anaknya sudah belajar mengaji. Namun setelah nonton film ini menjadi rajin mengaji

Aqilla dalam Vlog yang akan diajukan, ingin mengangkat Opa Wibowo, sosok yang dikaguminya. Aqilla aktif menemui opanya di Planetarium, tempat si opa berkerja.

Namun belakangan, Opa sudah memutuskan menerima permintaan ke Inggris untuk membantu sebuah penelitian di sana. Seluruh keluarga sengaja merahasiakan kepada Aqilla. Karena pasti Aqilla tidak bisa menerima kepergian Opa ke Inggris.

Aqilla kecewa setelah Opa memilih berangkat ke Inggris tanpa sepengetahuannya. Kak Raudhah, guru mengaji Aqilla memberikan buku kepadanya tentang Tsurayya (Maudy Koenadi), seorang astronot pertama Indonesia.

Tsurayya melakukan penelitian tanaman untuk dikirim ke ruang angkasa, sedang pulang ke Tanah Air. Aqilla Iangsung tertarik dengan Tsurayya dan berusaha keras untuk menemuinya.

Aqilla berhasrat memintanya untuk menjadi bagian dari Vlog yang akan diikutsertakan dalam kompetisi. Tsurayya awalnya menolak, tidak suka didekati Aqilla. Di sisi lain, Tsurayya justru ragu dengan profesinya sebagai astronot.

Tapi Aqilla sangat gigih merayu dan menyakinkan. Tsurayya akhirnya bersedia membimbing sekaligus menjadi bagian dari Vlog yang akan dilombakan.

Bagaimana ending film ini? Menang kah Aqilla dalam lomba Vlog? Sebaiknya untuk mengetahui jawaban itu, lebih afdal menyaksikan sendiri film yang sudah dirilis serentak di bioskop sejak 11 Juli 2019 lalu.

Cok Simbara mengatakan, film ini mengandung pesan mendalam tanpa menggurui. Pada dasarnya, tentang ilmu pengetahuan atau rahasia alam sudah terkandung di dalam Alquran.

"Seorang penonton bilang, anaknya sudah belajar mengaji. Namun setelah nonton film ini menjadi rajin mengaji," kata Cok Simbara. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Atlet Difabel Jatim Keluhkan Minim Perhatian Pemprov
Atlet Paralympic Jatim meminta dukungan DPRD Jatim agar bisa mengikuti Pekan Paralympic Nasional (PPN) November 2020 di Papua.