Jakarta - Performa buruk dan gagal total di semua kompetisi menjadikan nilai Inter Milan anjlok. Buntutnya harga pemain di bursa ikut turun. 

Penampilan Inter memang tidak stabil sampai menjelang akhir kompetisi. Kekalahan 1-4 dari Napoli di laga Serie A Italia pekan lalu menunjukkan Inter masih sulit untuk konsisten. Kekalahan itu menjadikan posisi Inter di empat besar terancam. Padahal liga menyisakan satu pertandingan lagi.

Tak hanya itu, Inter juga masih sulit menyaingi Juventus di kompetisi Serie A. Bahkan Juve sudah bisa memastikan meraih Scudetto saat kompetisi belum berakhir. Sebaliknya, Inter masih harus bersaing dengan tim-tim lain untuk bertahan di empat besar.

Kegagalan Inter meraih trofi musim ini ternyata berimbas pada harga pemain. Menurut Gazzetta dello Sport, nilai skuat Inter sekarang ini menurun sampai 120 juta euro atau Rp 1,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Striker Mauro Icardi mengalami penurunan harga paling drastis. Bila sebelumnya dia dipatok 110 juta euro atau Rp 1,7 triliun. Kini, harga pemain asal Argentina itu hanya 60 juta euro (Rp 972 miliar).

Demikian pula pemain sayap Ivan Perisic yang semula harganya mencapai 50 juta euro (Rp 810 miliar). Kini, dia hanya dihargai 30 juta euro (Rp 486 miliar).

Bagaimana dengan pemain berdarah Batak, Radja Nainggolan? Sebelumnya, pemain tim nasional Belgia ini berharga 39 juta euro atau Rp 631 miliar. Kini, harga Radja anjlok sampai separuhnya. Bila ada yang tertarik untuk merekrutnya, harga Radja berkisar 15 juta euro atau Rp 243 miliar.
   
Hanya beberapa pemain yang angkanya tidak turun. Harga striker Lautaro Martinez dan bek tengah Milan Skriniar tak berubah.

Dengan kondisi yang tak bagus, para pemain harus bekerja keras di laga terakhir untuk mendongkrak kembali nilai mereka. Paling tidak, Inter harus bisa mengalahkan Empoli di laga terakhir liga agar bisa bertahan di empat besar dan lolos ke Liga Champions musim depan. []

Baca juga: