Industri Film New York Justru Melejit di Tengah Pandemi

Ketika sejumlah pembatasan terkait Covid-19 di New York, AS, industri film memperlebar langkahnya di kota yang dijuluki the Big Apple tersebut
Kaufman Astoria Studios di New York, AS, salah satu studio film terbesar di Pantai Timur AS (Foto: voaindonesia.com/VOA)

Jakarta – Ketika sejumlah pembatasan terkait Covid-19 di New York, Amerika Serikat (AS), mulai dicabut, Broadway berharap akan dapat menarik orang kembali ke teater pertunjukan, sementara industri film memperlebar langkahnya di kota yang dijuluki The Big Apple tersebut.

Pandemi virus corona menyebabkan lonjakan permintaan pada sejumlah acara TV dan beberapa proyek di platform layanan streaming yang dapat dinikmati dari rumah. Walaupun industri hiburan mendapat pukulan besar akibat lockdown selama pandemi, satu studio di New York malah mendapat banyak pekerjaan dan terus berkembang.

Kaufman Astoria, salah satu studio terbesar di Pantai Timur AS, baru-baru ini menambahkan sebuah paviliun baru ke dalam daftar yang sudah ada. Ini bukan Hollywood namun yang pasti, berkembang.

Hal Rosenbluth dari Kaufman Astoria Studio mengemukakan, “Di Kaufman, kami sudah sibuk sejak awal tahun 80-an. Tapi, yang kami amati ketika layanan streaming mulai diminati dan bertambah banyak – kami menyebutnya kanal – mereka ingin mempunyai program sendiri. Kebutuhan untuk memproduksi sejumlah konten original semakin bertambah. Ini merupakan lonjakan yang tidak biasa.”

Berlokasi di daerah Queens, Kaufman Astoria Studios memiliki sejarah panjang. Didirikan tahun 1920, studio itu merupakan salah satu studio tertua di AS. Paramount Pictures dulu bertempat di sana – sampai kemudian pindah ke California.

Rosenbluth menambahkan, “.… Ini adalah rumah bagi film bisu. Ketika suara muncul, itu adalah film-film Marx brothers dan W. C. Fields, termasuk Valentino, dan Gloria Swanson. Itu adalah masa-masa kejayaan Hollywood. Semua film itu disyuting di sini, di Kaufman Astoria.”

Industri perfilman lalu pindah ke Los Angeles pada tahun 1930-an karena lebih murah untuk bekerja di pantai barat AS dan cuaca memungkinkan pembuatan film sepanjang tahun. Namun demikian, New York masih tetap menjadi rumah bagi banyak produksi acara TV dan film.

Barbara Miller dari museum Moving Image menyampaikan, “Orang-orang berpikir – biasanya, itu dilakukan oleh Hollywood dan tidak ada syuting di New York. Itu tidak benar. Pembuatan film tetap hidup di New York, meskipun banyak yang telah pindah ke LA. Perfilman di New York pasang surut. Saat ini, benar-benar berkembang pesat, begitu banyak produksi di sini!”

Kaufman Astoria Studios merupakan tempat bagi serial Sesame Street awalnya diproduksi, termasuk acara TV New Amsterdam dan Nurse Jackie juga film-film seperti Carlito's Way dan Men in Black.

Sementara vaksinasi memungkinkan masyarakat untuk kembali beraktivitas, mereka juga masih mencari beberapa pertunjukan besar berikutnya. Studio-studio New York yang berkembang ini terus bekerja keras untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat (mg/ka)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Industri Film Nasional Terancam Pandemi, Jokowi Gerak Cepat
Presiden Joko Widodo menerima dan menyambut baik permintaan para sineas untuk menyelamatkan industri perfilman Indonesia.
0
Industri Film New York Justru Melejit di Tengah Pandemi
Ketika sejumlah pembatasan terkait Covid-19 di New York, AS, industri film memperlebar langkahnya di kota yang dijuluki the Big Apple tersebut