UNTUK INDONESIA

Idris Ngaku Suka Kesenian, Gedung Kesenian Tak Ada di Depok

Anggota DPR RI Ir Nuroji menyampaikan bahwa gedung kesenian di Depok tak ada bukan karena perkara dana namun karena Mohammad Idris.
Anggota DPR RI Ir Nuroji.(Foto: Tagar/dpr.go.id/Ria)

Jakarta – Anggota DPR RI Ir Nuroji mengatakan bahwa pembangunan Gedung kesenian yang terbengkalai di Duren Mekar, Sawangan, Depok bukanlah karena masalah dana melainkan karena Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang tak miliki keinginan.

Saya udah capek mengingatkan. Wali Kotanya emang kagak mau di Kota Depok ini ada gedung kesenian. Tapi dia selalu mengklaim sebagai orang yang suka kesenian dan kebudayaan

Menurut Nuroji dana untuk pembangunan Gedung kesenian itu sendiri telah ada baik dari pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah Kota Depok, sehingga yang perlu disiapkan hanyalah lahan untuk fasilitas sosial dan umum atau melanjutkan pembangunan Gedung Kesenian yang telah mangkrak tersebut.

Nuroji saat berkunjung ke kantor Media Center Pradi-Afifah di kawasan Depok Jaya, Pancoran Mas, pada Jumat 13 November 2020 mengatakan bahwa dirinya 3 tahun lalu pernah medorong pemerintah Kota Depok untuk segera membangun Gedung Kesenian.

Itu dilakukan olehnya guna mewujudkan harapan para pegiat seni yang sangat menginginkan adanya wadah untuk para seniman Depok berkumpul, berekspresi, serta berkreasi.

Pada saat itu bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan dana pembangunan gung kesenian tersebut telah ada sebesar Rp 26 miliar.

"Pak Dedy Mizwar ngomong ke saya kok, ada anggaran 26 miliar untuk pembangunan Pusat Kebudayaan. Sayapun segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Poryata Depok saat itu," katanya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Nuroji pun langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Poryata Kota Depok meskipun tak berjalan lancar. Proposal pengajuan anggaran ke Pemprov Jabar tidak pernah diajukan oleh Pemkot Depok tanpa ada alasan yang jelas.

"Ironis, sampe hari ini Depok belum punya gedung kesenian. Padahal apa susahnya sih? Pemkot Depok hanya menyiapkan lahan. Duit untuk membangunnya sudah disiapkan oleh Pemprov Jabar. Tinggal bikin proposalnya," kata Nuroji.

Karena pernah mengajukan dan berakhir tanpa kejelasan dirinya mengaku lelah mengingatkan karena memang dukungannya tak disertai sambutan baik.

"Saya udah capek mengingatkan. Wali Kotanya emang kagak mau di Kota Depok ini ada gedung kesenian. Tapi dia selalu mengklaim sebagai orang yang suka kesenian dan kebudayaan" ucapnya. []

Baca juga:

Berita terkait
KH Imam Asrori: Yang Dukung Idris, Dipastikan Bukan Orang NU
Wakil Ketua MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Beji, Imam Asrori menyatakan, PBNU mendukung penuh Pradi-Afifah seperti instruksi para Kiai dan Ulama.
Alasan Pradi Supriatna Tak Lagi Bersama Idris Pimpin Depok
Pradi Supriatna sampaikan beberapa alasan dirinya tak lagi pimpin Depok bersama Mohammad Idris pada Pilkada 2020.
Perlakuan Idris Kepada Pradi Sebagai Wakil Wali Kota Depok
Cawalkot Depok nomor urut 1 Pradi Supriatna mengatakan, selama hampir 1 periode mendampingi Idris ia tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan.
0
Idris Ngaku Suka Kesenian, Gedung Kesenian Tak Ada di Depok
Anggota DPR RI Ir Nuroji menyampaikan bahwa gedung kesenian di Depok tak ada bukan karena perkara dana namun karena Mohammad Idris.