UNTUK INDONESIA
HP Dicuri, Siswi SMP di Yogyakarta Kesulitan Belajar
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yogyakarta mengaku jadi korban pencurian di kawasan Maliborro. Ini kronologinya.
Pencurian HP di salah satu toko di Jalan Malioborro Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Ist)

Yogyakarta - Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yogyakarta mengaku jadi korban pencurian di kawasan Maliborro, Kota Yogyakarta. Handphonenya hilang kala dia sedang asyik memilih-milih sepatu di salah satu toko.

Paman korban, Borari, 39 tahun warga Sidokerto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini sempat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Namun laporannya tidak di terima dengan baik, alasannya peristiwa pencurian belum ada 24 jam.

Masyarakat harap berhati-hati lagi. Jangan sembarang melelatan barang berharganya di tempat umum apalagi kawasan Malioborro pusat keramaian.

Pelaku adalah sepasang suami istri yang membawa bocah usia lima tahun.

"Keponakan saya kehilangan HP saat belanja di kawasan Malioboro. Saya membuat laporan ke Polresta Yogyakarta dan Polsek Gondokusuman tapi tidak mendapatkan apa-apa. Saya diminta terus menghubungi nomor HP yang dicuri tersebut, barang kali terduga pelaku ada itikad baik," kata Borari saat dihubungi wartawan via gawainya, Minggu, 6 September 2020.

Tak mendapat pertolongan dari pihak berwajib membuat Bonari nekat memposting terduga pelaku pencurian di media sosial Facebook. Dengan harapan, handphone yang dicuri tersebut dikembalikan ke pemiliknya.

Memang tak seberapa kerugiannya, namun sejumlah tugas selama belajar daring saat pandemi dan data-data penting keponakannya ada di dalam handphone tersebut.

Sebagai alat bukti, Ia mendapatkan rekaman CCTV kala terduga pelaku mengambil handphone keponakannya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Saya tidak ada maksud menjelekan pelaku. Sekalipun pelaku datang menemui saya, handphone itu bakal saya ganti dengan uang dan tidak akan membawa perkara ini lebih lanjut lagi," ucapnya.

Borari menjelaskan, akibat peristiwa pencurian itu membuat keponakannya jadi kesulitan belajar daring.

"Iyah kasihan saja. Dia harus gantian pake handphonenya. Apa-apa sekarang belajar dan mengerjakan tugasnya daring. Ini lagi cari HP bekas juga," ucapnya.

Pencurian terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2020 sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu, dua keponakannya bernama Tita Aurora, 15 tahun pelajar SMP dan kakanya Farida, 30 tahun berkunjung ke kawasan Malioborro.

Keduanya masuk ke salah satu toko untuk melihat-lihat sepatu. Karena sedang asyik mencoba sepatu, tidak sengaja Tita meletakan handphonenya di rak sepatu yang tak jauh dari keberadaanya.

Akibat kelalaian yang Tita perbuat itu, langsung memancing tindak pidana pencurian. Dalam rekaman CCTV, terduga pelaku terlebih dahulu mengawasi situasi sekitar sebelum menggasak handphonenya.

Mulanya, sang istri terduga pelaku manggil suaminya lalu membisikan sesuatu. Perempuan yang datang bersama terduga pelaku kemudian membawa anaknya keluar toko. Tidak lebih dari 6 menit, pelaku sukses menggasak barang milik korban.

Sadar handphonenya lenyap dicuri orang, Tita dan Farida langsung mengecek kamera CCTV toko dan mendapati momen pelaku melakukan pencurian itu.

Tita kemudian melacak keberadaan handphone menggunakan alamat email melalui ponsel kakanya. Terduga pelaku berada di sebuah toko mainan yang ada di Jalan Sultan Agung Kusumanegara. Selain itu, nomor handphone tersebut juga sudah tidak aktif lagi.

"Kala mendatangi toko mainan ternyata orangnya tidak ada. Tapi menurut penuturan tukang parkir terduga pelaku memang ke sini. Dia menggunakan jaket ojek online (ojol)," katanya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kapolsek Gondomanan Komisaris Polisi (Kompol) Purwadi mengatakan pihaknya belum menerima laporan tersebut. "Saya belum menerima laporan pencurian tersebut," katanya singkat.

Kendati demikian, Kompol Purwanto mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati--hati lagi saat berada di tempat umum. Tindak pidana pencurian dipicu karena adanya kesempatan yang berikan oleh calon korbannya.

"Masyarakat harap berhati-hati lagi. Jangan sembarang melelatan barang berharganya di tempat umum apalagi kawasan Malioborro pusat keramaian," ucapnya. []

Berita terkait
Terlilit Utang, Istri Siri di Sleman Otak Pencurian
Seorang perempuan berinisial PR, 32 tahun, warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi otak pencurian akibat terlilit hutang.
Dua Pelaku Pencurian di RSUD Takalar Ditangkap Polisi
Tim Resmob Satuan Reskrim Polres Takalar menangkap dua pelaku pencurian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Takalar. Begini modusnya.
Jelang Idul Adha, Pencurian Sapi Marak di Sumbar
Aksi pencurian sapi marak terjadi di Sumatera Barat jelang perayaan hari raya Idul Adha 1441 Hijriah.
0
HP Dicuri, Siswi SMP di Yogyakarta Kesulitan Belajar
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yogyakarta mengaku jadi korban pencurian di kawasan Maliborro. Ini kronologinya.