Hong Kong Tunda Wajibkan Vaksin Covid-19 Bagi Pekerja Migran

Setelah dikecam sebagai tindakan diskriminatif, Hong Kong hentikan rencana wajib vaksinasi Covid-19 bagi pekerja migran sektor domestik
Pekerja rumah tangga di Hong Kong telah diperintahkan untuk menjalani tes dalam beberapa hari mendatang dan diberi tahu bahwa vaksinasi virus corona akan diwajibkan (Foto: rfi.fr - Peter PARKS/AFP)

Jakarta - Setelah dikecam sebagai tindakan diskriminatif, pemerintah Hong Kong untuk sementara menghentikan rencana wajib vaksinasi Covid-19 bagi pekerja migran di sektor domestik.

Otoritas Hong Kong membantah ada rencana untuk mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi ratusan ribu pekerja rumah tangga migran menyusul kecaman dari kelompok hak asasi manusia yang menyebut langkah itu diskriminatif.

Minggu lalu seorang pekerja rumah tangga asal Filipina di Hong Kong terinfeksi varian virus corona yang lebih menular. Setelahnya, pihak berwenang mengatakan bahwa seluruh 370.000 pekerja rumah tangga migran di kota itu harus menjalani tes sebelum tanggal 9 Mei 2021. Para pekerja rumah tangga juga perlu mendapatkan vaksinasi sebelum dapat memperbarui kontrak kerja mereka, kata pihak berwenang.

pimpinan hong kongPemimpin Hong Kong Carrie Lam (Foto: dw.com/id).

Namun, Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, pada hari Selasa, 4 Mei 2021, mengatakan bahwa kebijakan wajib vaksin ini ditangguhkan setelah mendapatkan reaksi keras dari serikat pekerja dan kritik dari seorang pejabat pemerintah Filipina.

"Saya telah meminta sekretaris tenaga kerja untuk meninjau seluruh kebijakan, dan berkonsultasi dengan penasihat dan konsulat negara-negara tempat kebanyakan pekerja rumah tangga berasal, apakah vaksinasi wajib dapat dilakukan," ujar Carrie Lam kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa kebijakan itu tidak diskriminatif, dan pemerintah masih berencana menyelesaikan tes wajib terhadap semua pekerja rumah tangga (PRT) pada 9 Mei 2021.

1. Hati-hati atau Diskriminatif?

Hong Kong selama ini menjadi salah satu negara tujuan pekerja domestik perempuan, yang sebagian besar berasal dari Filipina, Indonesia, Nepal, dan Sri Lanka. Biasanya para pekerja tinggal bersama majikan mereka.

“Keputusan untuk mengetes semua pekerja rumah tangga dibuat karena temuan jenis virus yang sangat mudah menular di seorang pekerja migran yang sempat bertemu dengan pekerja rumah tangga lainnya sebelum dinyatakan positif Covid-19,” kata Sophia Chan, Secretary for Food and Health di Hong Kong kepada wartawan.

prt hong kong antre tes covidPekerja rumah tangga asing di Hong Kong berdiri dalam antrean panjang selama akhir pekan setelah perintah wajib tes Covid-19 diberlakukan untuk masyarakat (Foto: scmp.com/ K. Y. Cheng)

"Karena itu, demi kehati-hatian, kami pikir kami harus melakukan tes kepada semua PRT asing di Hong Kong," ujar Chan.

Selama masa kuncian atau lockdown,untuk mengendalikan penyebaran virus corona, para pekerja domestik ini dijauhkan dari pertemuan sosial dengan teman-teman mereka pada satu hari libur setiap minggunya.

Namun, setelah adanya perintah tes wajib tersebut, pekerja rumah tangga harus antre berjam-jam pada hari Minggu untuk menjalani tes, padahal ini biasanya menjadi hari libur bagi mereka, seperti dikatakan oleh Dolores Balladares, ketua kelompok hak-hak pekerja Filipina United Filipinos di Hong Kong.

"Kami menyambut baik penangguhan vaksin wajib, tetapi kami menyerukan untuk membatalkan seluruh tes wajib dan kebijakan vaksin karena itu menghukum dan mengkriminalkan pekerja rumah tangga," kata Balladares kepada Thomson Reuters Foundation.

2. "Hong Kong Bisa Berbuat Lebih Baik Dari Itu"

"Kami mendukung pengujian dan vaksinasi secara sukarela. Tetapi mengasingkan kami dan menjadikannya wajib adalah diskriminatif dan mengarah pada stigmatisasi lebih lanjut," kata Balladares, mencatat bahwa temuan klaster Covid-19 sebelumnya di sebuah pusat kebugaran dan studio tari tidak langsung mendorong aparat melakukan tindakan serupa.

"Kami memahami bahwa pengujian dan vaksinasi adalah untuk kesehatan pekerja, pemberi kerja, dan komunitas," ujarnya lebih lanjut. "Tapi kami telah menjadi sasaran pengucilan dan diskriminasi selama pandemi, dan secara tidak adil disalahkan atas wabah itu."

Banyak penduduk Hong Kong yang ragu untuk divaksinasi sejak proses vaksin dimulai pada Februari 2021. Sebelumnya Carrie Lam mengakui bahwa angka vaksinasi di Hong Kong secara keseluruhan jauh di bawah memuaskan.

Pekerja domestikIlustrasi: Pekerja domestik (Foto: dw.com/id)

Penyediaan vaksin gratis di Hong Kong untuk semua pekerja rumah tangga dinilai banyak kalangan lebih dari cukup, tetapi secara spesifik menargetkan mereka untuk pengujian dinilai "berbau diskriminasi," tulis Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina, Teddy Locsin Jr., lewat Twitter.

"Jika itu adalah bantuan khusus, itu tidak adil untuk (orang yang) berkebangsaan lain. HK bisa melakukan lebih baik dari itu," cuitnya.

3. Klaster Corona di Singapura

Pekerja rumah tangga juga disalahkan atas wabah virus corona di negara lain dengan adanya lonjakan kasus di asrama pekerja asing di Singapura yang menarik perhatian pada kondisi kehidupan mereka yang dinilai jauh dari higienis.

Kementerian Kesehatan Singapura pada hari Senin, 3 Mei 2021, mengatakan pihaknya "telah meminta semua rumah sakit untuk menunda operasi dan admisi yang tidak mendesak" setelah jumlah kasus virus corona selama seminggu terakhir terlihat meningkat.

Calon pasien pun disarankan mengunjungi bagian gawat darurat hanya "untuk keadaan darurat dan kondisi yang mengancam jiwa," kata kementerian sambil memperingatkan waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya. Kementerian tersebut melaporkan 17 kasus baru pada hari Senin, 10 di antaranya terdaftar sebagai penularan lokal, lainnya dari luar Singapura.

Tidak seperti kebanyakan negara-negara di Asia-Pasifik, Singapura telah mendorong langkah-langkah perbatasan yang aman, dengan menerapkan gelembung perjalanan atau travel buble bebas karantina dengan Hong Kong yang akan dimulai akhir Mei. Pada Minggu, 2 Mei 2021, Malaysia dan Singapura telah sepakat pada mengizinkan perjalanan darat dengan alasan kemanusiaan [ae/hp (rtr dpa)]/dw.com/id. []

Berita terkait
Penumpang Covid-19 Singapore Airlines Dilarang ke Hong Kong
Hong Kong melarang masuk pesawat Singapore Airlines ke wilayahnya sampai pertengahan April 2021 karena ada penumpang yang positif Covid-19
Masuk ke China dan Hong Kong Mudah Jika Pakai Vaksin China
Persaingan global distribusi vaksin Covid-19 memanas setelah otoritas China sebut akan mudah masuk negaranya dan Hong Kong jik pakai vaksin China
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.