Indonesia
HNW Bilang Monggo Sandiaga Uno Kembali Wagub DKI
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) tak keberatan Sandiaga Uno kembali menjadi Wagub DKI.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi pembicara dalam diskusi Empat Pilar MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019). (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) tak keberatan seandainya Sandiaga Uno kembali menempati kosongnya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sepeninggalnya maju menjadi cawapres di Pilpres 2019. Pernyataan HNW itu terkait Prabowo-Sandiaga kalah unggul versi quick count.

"Ya monggo saja, kalau beliau mau," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 22 April 2019.

Hanya saja, proses Pilpres menurutnya belum usai hingga kini baru ada data quick count, bukan hasil real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tapi kan belum tentu beliau kalah dalam wapres, kalau beliau nanti menang sebagai wapres? Ini proses belum selesai," bebernya .

Terlebih, soal kursi Wagub DKI Jakarta telah diserahkan pada DPRD. "Fokus kami tentang wagub sudah kami jelaskan bahwa bola sudah tak lagi di tangan kami, bola itu ada di DPRD, silakan DPRD untuk melakukan tindakan yang seharusnya dan sepatutnya," beber Wakil Ketua MPR tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dengan tegas menepis kemungkinan Sandi kembali duduk di kursi Wagub yang telah kosong. Karena, Sandi menurutnya kini adalah wakil presiden, bukan wakil gubernur.

"Tidak ada. Dia wakil presiden, kok jadi wagub," tegasnya.

Menurut Fadli, spekulasi tersebut tidak pernah terpikir oleh dirinya. Sebab BPN Prabowo-Sandi, merasa menang di Pilpres 2019 ini. Jadi, tidak ada negoisiasi perihal kursi di DKI Jakarta. "Kita merasa menang. Prabowo-Sandi menang. Tidak ada negosiasi urusan itu," tandasnya.

Seperti diketahui, pasangan calon nomor urut satu 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul versi quick count di Pilpres 2019 ketimbang pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski bukan hitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti pengalaman Pilpres 2019, pasangan calon yang unggul quick count, akhirnya duduk di kursi pemimpin nomor satu di Indonesia.

Publik pun penasaran, bagaimana nasib Prabowo atau bagaimana nasib Sandi jika gagal menjadi presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019?

Kebetulan, kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sampai saat ini masih kosong, semenjak ditinggalkan oleh Sandi yang mencoba peruntungan menjadi calon wakil presiden. Alasannya, belum ada kesepakatan politik yang pas antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra di DKI Jakarta.

Baca juga: Sandiaga Uno, Bisa Jadi Wakil Gubernur DKI Lagi

Berita terkait
0
Pelapor Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Balik ke Polisi
Sudiarto diduga telah mencemarkan nama baik Ustaz Abdul Somad karena menyebarkan surat laporan di media sosial. Sebab itu ia dilaporkan.