Surabaya (Tagar 8/5/2018) - Usianya boleh masih belia. Ya, Tiaranisa'i Fadhilla masih berusia 15 tahun 5 bulan. Di usia itu normalnya masih duduk dibangku kelas 9 SMP atau 10 SMA. Namun, Tiara sudah diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Itulah sebabnya, dalam daftar ulang di Graha Sepuluh Nopember ITS, Selasa (8/5), Tiara dinobatkan sebagai mahasiswa termuda. Tiara masuk Departemen Statistika ITS lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di ITS Surabaya bersama ribuan pendaftar lainnya.

Ditemani ibunya, Tiara berkisah tentang perjalanannya dalam menimba ilmu dan cita-citanya. Gadis belia ini menjelaskan jika dirinya menjalani program akselerasi semasa duduk di bangku SMPN 4 Kediri dan SMAN 2 Kediri. "Saya juga tidak menyangka kalau akhirnya bisa menjadi mahasiswa termuda di ITS ini," tutur gadis asal Kediri ini.

Berawal Cinta Pelajaran
Saat ditanya terkait pencapaiannya itu, gadis berhijab ini menjelaskan bahwa sejak dulu dirinya memang ingin bisa memasuki bangku perkuliahan di usia yang belia. Bagi gadis kelahiran Kediri, 1 Desember 2002 tersebut, waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan baik. Ia merasa sayang kalau hanya malas-malasan dengan menyia-nyiakan waktu begitu saja.

Dengan raut wajah malu malu, ia menceritakan perjuangannya hingga dapat memasuki kampus ITS ini. Semua itu berawal dari kecintaannya pada pelajaran Matematika dan Statistika saat masih duduk di bangku SMA. Kegemarannya itu ternyata berhasil membawanya masuk S1 Departemen Statistika ITS.

Namun hal tersebut tidak serta merta dilaluinya tanpa hambatan. Terlebih ketika sang bunda, Enik Sukamti, menginginkan agar dirinya masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). "Tetapi saat melihat semangat dan keinginan saya untuk masuk Statistika ITS, akhirnya ibu saya menyetujuinya," tambah gadis berwajah manis itu.

Saat Tiara berhasil masuk Statistika ITS melalui jalur SNMPTN, tidak dapat dipungkiri jika sang ibunda akhirnya bisa dengan bangga melihat capaian anaknya tersebut. "Alhamdulillah keinginannya masuk di Statistika ITS akhirnya bisa terwujud juga," tutur Enik Sukamti.

Perempuan paruh baya itu menceritakan jika anaknya tersebut tidak pernah belajar khusus untuk mencapai keinginanya itu. Sang ibu tidak membebani Tiara dengan belajar terus. Namun, Tiara sendiri yang giat belajar dan mengikuti berbagai perlombaan bidang statistika saat di SMA.

Tiara mengungkapkan harapan ke depannya selama di ITS ingin bisa belajar banyak hal. Bahkan ia juga berharap nantinya bisa menjadi mahasiswa berprestasi dan mewujudkan cita-citanya sebagai dosen. "Ini adalah impian saya, tidak mungkin saya sia-siakan,” tandasnya. (lut)