UNTUK INDONESIA
Harga Rempah Melonjak di Depok Akibat Corona?
Harga rempah-rempah di pasar tradisional di depok dan Kramat Jati, Jakarta Timur melonjak drastis dari harga normal.
Sejumlah rempah-rempah yang mengalami kenaikan harga. (Foto: Tagar/ Rivaldi Dani Rahmadi)

Jakarta - Akibat dua warga Depok terinfeksi Corona, harga rempah-rempah di pasar tradisional melonjak dari harga normal. Hal tersebut lantaran belakangan ini sejumlah tanaman tersebut dipercaya bisa mencegah virus Covid-19.

Melalui pantauan Tagar di Pasar Kemiri, Kota Depok dan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis, 5 Maret 2020, sejumlah gerai penjual bumbu dapur dipenuhi pembeli. Meski harga rempah-rempahan tersebut meningkat, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi mereka yang hendak membeli bahan dapur itu. 

Salah satu penjual bumbu dapur di Pasar Kemiri, Kota Depok Agus, usia 40 tahun mengakui lonjakan harga rempah-rempah di daerahnya tersebut diakibatkan karena Corona. 

Pasar Kemiri, Kota DepokSalah satu penjual bumbu dapur di Pasar Kemiri, Kota Depok, Agus, 40 tahun. (Foto: Tagar/Rivaldi Dani Rahmadi)

"Jahe biasa itu naik sampai Rp 50 ribu per kilonya, untuk jahe merah jadi Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kilo, sedangkan untuk biang kunyit yang biasanya hanya modal Rp 8 ribu sekarang menjadi Rp 80 ribu untuk satu kilo. Bisa dihitung berapa kali lipat tuh?" kata Agus kepada Tagar, Kamis, 5 Maret 2020.

Biasanya temulawak tidak terlalu laku seperti ini, sekarang semenjak ada informasi mengenai virus Corona kemarin itu laris banget.

Kata Agus, harga jahe sebelum mengalami peningkatan berkisar Rp 30 ribu per kilo. Bahkan, sekarang ini harga rempah-rempah mengalami lonjakan yang luar biasa. 

"Kalau biang kunyit itu dari 8 ribu jadi naik drastis. Sedangkan jahe merah menurut saya standar harga segitu, soalnya memang masih turun naik dari kemarin, harga Rp 60 ribu sekarang jadi Rp 70 sampai Rp 80 ribu ya standar lah," ucap Agus.

Agus juga mengakui adanya peningkatan pembeli sejak virus Corona mulai masuk ke Indonesia.

"Dua hari belakangan kemarin sempat naik, cuma kalau untuk hari ini ya biasa atau normal lagi. Jadi kemarin saja meningkatnya," ujarnya.

Pasar Kramat JatiSeorang ibu yang sedang membeli rempah-rempah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Tagar/Rivaldi Dani Rahmadi)

Serupa dengan Agus, salah satu pedagang rempah-rempah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur bernama Muhammad Ishak, 35 tahun juga mengatakan akibat virus Corona di Indonesia, harga rempah-rempah mengalami peningkatan.

"Temulawak biasa jual Rp 8 ribu sekarang sampai Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu perkilonya, jahe biasa sekarang Rp 35 ribu dari Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilonya, sedangkan jahe merah naik hingga Rp 60 ribu tapi umumnya Rp 55 ribu," katanya kepada Tagar, Kamis, 5 Maret 2020.

Ishak juga menuturkan khusus harga rempah-rempah di Pasar Kramat Jati memang mengalami peningkatan yang sangat drastis lantaran virus Corona yang mewabah.

"Biasanya temulawak tidak terlalu laku seperti ini, sekarang semenjak ada informasi mengenai virus Corona kemarin itu laris banget. Tapi kalau sekarang normal lagi, namun harganya masih belum turun, biasanya kalau rempah-rempah itu kan jarang laku. Tapi kalau sekarang sudah lumayan," tutur Ishak. 

Sebelumnya, melonjaknya harga rempah-rempah tersebut meningkat lantaran adanya informasi mengenai beberapa jenis rempah-rempah bisa mencegah virus Corona. Sebab, bahan alami itu bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Terlebih saat virus Covid-19 ini menyerang warga Kota Depok, semua warga meningkatkan kewaspadaan dan kesehatan mereka. []

Baca juga:

Berita terkait
Opick Tombo Ati: Isu Virus Corona Bikin Masjid Sepi
Opick mengungkapkan keresahannya terkait kondisi masjid yang semakin sepi gara-gara virus corona orang takut ke masjid.
Orang Tua Ajari Anak Jaga Kebersihan Cegah Corona
Dampak dua warga Depok terinfeksi virus Corona, membuat orang tua murid SDN Anyelir 1 Depok resah dan khawatir.
Cara Mudah Bikin Masker dari Dokter Cegah Corona
Dokter menyarankan agar warga mampu membuat masker sendiri dan tidak perlu khawatir ketika masker mulai kosong.
0
Main Layang-layang, Pemain Brasil Tewas Kesetrum
Pemain lokal Brasil, Kaio Felipe Santos Silva, mengalami nasib tragis. Dia meninggal karena kesetrum listrik saat bermain layang-layang.