Singkil - Warga mengeluhkan harga bahan pokok di pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

"Harga pasar murah ini tergolong mahal. Harganya hampir sama dengan toko grosir," kata Lena, salah seorang pembeli, Rabu 22 Mei 2019.

Lena memberikan contoh sirup cap Patung harganya Rp 18 ribu per botol, dan gula pasir Rp 11 ribu per kilogram (Kg).

Padahal, ujar dia, pasar murah yang digelar Disperindagkop Provinsi Aceh sebelum Ramadan, jauh lebih murah.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Aceh Singkil Malim Dewa mengatakan, harga-harga bahan pokok yang dijual lebih murah, selisih Rp 2 ribu dengan harga di pasaran.

"Harga berdasarkan survei yang telah kita pantau di pasar-pasar dua hari terakhir sebelum pasar murah digelar, dan sesuaikan selisihnya," ujarnya.

Menurutnya, anggapan mahal oleh para konsumen atau pembeli karena indeks harga di pasaran itu berubah-ubah grafiknya.

"Artinya, tujuan pasar murah selain menyambut bulan Ramadan 1440 H, juga menekan naiknya harga pasar. Namun persentasenya sedikit lebih murah dari harga di pasaran," ujarnya.

Adapun bahan pokok yang diperjualkan di pasar murah tersebut, yakni beras Rp 15 ribu per bambu, minyak goreng Bimoli kemasan Rp 25 ribu per botol, gula pasir Rp 11 ribu per Kg, tepung terigu Rp 11 ribu per Kg.

Selanjutnya, telur ayam Buras Rp 35 ribu per papan, Sirup patung Rp 18 ribu per botol, sirup ABC Rp 12 ribu per botol, sirup Sarang Tawon Rp 15 ribu per botol, mie instan Indomie Rp 77 ribu per kardus, supermie Rp 45 ribu per kardus, intermie Rp 30 ribu per kardus.[]

Baca juga: