Hadiri Tradisi ‘Yaaqawiyyu’, Ganjar: Ini Luhur Persatukan Kita
"Tradisi 'Yaaquwiyyu' ini luhur, bisa mengumpulkan semua orang untuk hadir dengan keceriaan tanpa paksaan, mari kita 'nguri-uri kabudayan'," kata Ganjar.
TRADISI SEBARAN APEM JATINOM: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (keempat kanan) dan Plt Bupati Jawa Tengah Sri Mulyani (keempat kiri) menghadiri tradisi sebaran apem di Sendang Plampeyan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/11). Sebanyak 5 ton kue apem disebar dan diperebutkan omasyarakat dalam rangka mengenang tokoh penyebar agama Islam yakni Ki Ageng Gribig yang digelar tiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. (Foto: Ant/Aloysius Jarot Nugroho)

Klaten, (Tagar 3/11/2017) – Tradisi sebar apem "Yaaqawiyyu" di Jatinom, Kabupaten Klaten, menurut Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya.

"Budaya ini menarik dan luhur karena bisa mengumpulkan semua orang untuk hadir di sini dengan keceriaan serta tanpa paksaan, mari kita 'nguri-uri kabudayan', budaya mempersatukan kita," kata Ganjar saat menghadiri tradisi sebar apem "Yaaqawiyyu" Kiai Ageng Gribig di Kabupaten Klaten, Jumat (3/11).

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, para ulama di zaman dulu menyebarkan agama Islam dengan pendekatan-pendekatan budaya, salah satunya berupa tradisi sebar apem "Yaaqawiyyu".

Menurut Ganjar, apa yang dilakukan Kiai Ageng Gribig dalam menyebarkan agama Islam di Kecamatan Jatinom, Klaten, melalui nilai-nilai kebudayaan perlu diceritakan secara lengkap kepada generasi muda agar pemahaman yang diterima bisa utuh.

"Cerita-cerita tersebut bisa disampaikan pula melalui teknologi informasi, yakni media sosial, siapakah Kiai Ageng Gribig, bagaimana bisa datang ke Jatinom, dan dulu apa yang diajarkan dan seterusnya," ujarnya.

Berebut Lima Ton Kue Apem

Terkait pelaksanaan tradisi sebar apem "Yaaquwiyyu" yang mempunyai banyak nilai budaya, Ganjar meminta masyarakat yang hadir dapat saling memaafkan, saling gotong royong, saling berbagi rezeki, guyub rukun dalam membangun Provinsi Jawa Tengah, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

[caption id="attachment_27067" align="aligncenter" width="712"] TRADISI SEBARAN APEM JATINOM: Sejumlah warga berkumpul berebut kue apem yang disebar saat tradisi sebaran apem di Sendang Plampeyan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/11). Sebanyak 5 ton kue apem disebar dan diperebutkan masyarakat dalam rangka mengenang tokoh penyebar agama Islam yakni Ki Ageng Gribig yang digelar tiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. (Foto: Ant/Aloysius Jarot Nugroho)[/caption]

Ribuan warga dari berbagai daerah berebut lima ton kue apem pada tradisi "Yaaquwiyyu" yang berlangsung setiap tahun di kawasan Sendang Plampeyam, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

Tradisi itu digelar turun temurun untuk mengenang Kiai Ageng Gribig sebagai ulama penyebar agama Islam di Klaten.

Masyarakat yang hadir untuk berebut kue apam meyakini dengan mendapatkan apem artinya memperoleh berkah dalam kehidupannya. (ant/yps)

Berita terkait
0
Lima Wisata Hutan Instagramable di Indonesia
Indonesia dikenal oleh dunia akan keindahan serta pemandangn alam yang begitu memukau. Demikian pula dengan ratusan hutan yang ada di Indonesia.