Gus Yaqut di Hari Nyepi: Temukan Indahnya Cahaya Teduh Sang Diri

Temukan indahnya cahaya teduh Sang Diri dalam gelap dan hening selama menjalani Catur Brata Penyepian. Menteri Agama Gus Yaqut di hari Nyepi 2021.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akrab disapa Gus Yaqut. (Foto: Tagar/Indozone)

Jakarta - Menteri Agama Yaqut Chlil Qoumas akrab disapa Gus Yaqut mengucapkan Selamat Hari Suci Nyedpi dan Tahun Baru Saka 1943 kepada seluruh umat Hindu di manapun berada. Gus Yaqut menyampaikan ini dalam sebuah video diunggah di akun Instragram Kementerian Agama.

Gus Yaqut mengatakan, “Kepada saudaraku seluruh umat Hindu di manapun berada, temukan indahnya cahaya teduh Sang Diri dalam gelap dan hening selama menjalani Catur Brata Penyepian. Semoga menjadi lentera dalam menatap masa depan bangsa dan negara. Mari berikan jeda sejenak kepada alam agar kembali menata keseimbangan. Kita muliakan alam maka alam akan memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan."

Tahun ini umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi pada tanggal 14 Maret 2021. Nyepi sendiri sudah dirayakan sejak tahun 78 Masehi, sebagai perayaan atas tahun baru Saka, dalam kalender Saka yang digunakan umat Hindu sebagai acuan penanggalan. Sejarah Nyepi berakar pada pertempuran jangka panjang yang terjadi di India antara beberapa suku, yang akhirnya dimenangkan Suku Saka.

Tapi bukannya menghancurkan para musuhnya, raja Suku Saka malah merangkul mereka untuk membuat satu kerajaan besar, dengan kebudayaan yang beragama. Dari sinilah Hari Raya Nyepi bermula, sebagai hari kebersamaan, kebangkitan, pembaruan, dan persatuan.

Kita muliakan alam maka alam akan memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan.


Hindu Bali
Ilustrasi - Umat Hindu di Bali. (Foto: Tagar/Pixabay)

Prosesi perayaan Nyepi dimulai dengan upacara Melasti, bermakna membuang kotoran atau sifat negatif. Umat Hindu melakukan upacara ini di laut, sebagai tempat membuang segala hal buruk, sambil berdoa memohon kekuatan menjalankan Catur Brata Penyepian.

Berikutnya Tawur Agung dan Pengerupukan, ritual suci sehari menjelang Nyepi, untuk mengembalikan sari kehidupan yang telah digunakan manusia, sekaligus untuk mengembalikan keharmonisan antara manusia dengan manusia, dan semua elemen alam semesta beserta Tuhan. Pelaksanaan Tawur Agung disertai dengan upacara Pengerupukan, dengan menebar nasi tawur dan meletakkan obor di sekeliling rumah, dan mengarak ogoh-ogoh.

Selanjutnya Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan dalam rangka mensucikan diri, selama 24 jam, mulai dari jam 6 pagi waktu setempat. Pertama, Amati Geni, tidak menyalakan api, cahaya, listrik, atau sejenisnya. Kedua, Amati Lelungan, umat tidak boleh keluar lingkungan rumah selama satu hari penuh. Ketiga, Amati Lelanguan, umat dilarang bersenang-senang, berpesta atau sejenisnya. Keempat, Amati Karya, umat dilarang bekerja. 

Prosesi terakhir adalah Ngembak Geni, menandai berakhirnya hari raya Nyepi, dan semua umat diperbolehkan kembali beraktivitas seperti biasa.



Berita terkait
Nyepi 3 Hari, Pelabuhan Ketapang Belum Rencana Tutup
PT ASDP Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih belum menerima pemberitahuan dari Pemprov Bali terkait pelaksanaan Nyepi 3 Hari.
PHDI dan MDA Bali Sepakat Batalkan Nyepi 3 Hari
Batalnya digelar Nyepi Sipeng selama tiga hari berdasarkan rapat PHDI dan MDA Bali.
Sejarah Hari Raya Nyepi dan Maknanya Bagi Umat Hindu
Tahun ini umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi pada Minggu 14 Maret 2021, apa itu nyepi, bagaimana sejarahnya, urut-urutan prosesinya, maknanya.
0
Mendagri: Belanja Pemerintah Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi
Mendagri mengatakan, belanja pemerintah baik pusat maupun daerah merupakan tulang punggung utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.