Jakarta, Tagar (12/2/2019) - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, menantang debat Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Guntur Romli menegaskan, puisi yang dibikin Fadli berjudul Doa yang Ditukar seratus persen menyinggung KH Maimun Zubair (Mbah Moen).

"Gak usa ngeles, ayo debat kalau berani," cuit Guntur Romli dalam akun Twitternya, @GunRomli.

Sebelumnya banyak kalangan mendorong Fadli meminta maaf karena puisinya itu dinilai menghina dan melecehkan Mbah Moen sebagai kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama. Ogah meminta maaf, Fadli malah meminta agar puisi itu tak dipolitisasi.

Menurut Guntur, tak perlu gelar sastrawan untuk menilai puisi yang dibikin Fadli. Dengan jelas, diterangkan Guntur dalam puisi itu, Mbah Moen terseret manjadi tokoh yang membaca doa. Sementara Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy sebagai tokoh yang membisikan dan Jokowi sebagai bandar.

"Gak perlu jago sastra unt memahami puisi jelek @fadlizon ini, jelas-jelas maksud puisi itu untuk tokoh-tokoh yg terlibat, Mbah Moen (yg baca doa), @MRomahurmuziy (yg bisiki) & @jokowi (yg disebut sbg bandar)," cuit Guntur lagi.

Di Tweeet selanjutnya, Guntur Romli memberikan detail soal nama-nama yang terseret dalam puisi Fadli Zon. Berikut penjelasan Guntur.

"Puisi Fadli Zon memang jelas menghina Mbah Moen. Ini saya kutipankan puisinya

'kau'di puisi Fadli Zon jelas ditujukan ke Mbah Moen, karena yg baca doa ya Mbah Moen

doa sakral
seeenaknya kau begal ('kau' ini Mbah Moen)
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral
doa sakral
kenapa kau tukar ('kau' Mbah Moen)
direvisi sang bandar (ini maksudnya Jokowi)
dibisiki kacung makelar (ini maksudnya Romi)
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

'kau' dua kali di kalimat puisi Fadli Zon jelas untuk Mbah Moen karena yang baca doa Mbah Moen, sementara yang 'dibisiki' adalah Romi yang disebut dalam puisi itu 'makelar'. Sementara Jokowi disebut 'sang bandar'".


Mohamad Guntur RomliTweet politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli. (Foto: Tagar)